Sanusi: SPP Gratis, Berobat di RSUD Gratis

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sejak dilantik menjadi Bupati Malang beberapa waktu lalu oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Paransa, HM Sanusi sudah menyiapkan sejumlah program pembangunan di segala lini. Salah satunya, SPP gratis untuk siswa PAUD, TK, SD/MI hingga SMP/MTS. Serta, program berobat gratis bagi warga tidak mampu di kelas 3 RSUD milik Pemkab Malang.

 

Bupati Malang, HM Sanusi menghadiri hari santri di Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

HAL INI disampaikan HM Sanusi di hadapan ribuan  jamaah NU yang menghadiri pengajian akbar dalam rangka memperingati HUT ke-40 Koperasi Agro Niaga (KAN) Syariah, Jabung dan Hari Santri Nasional MWC NU se Kecamatan Jabung, di lapangan Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kamis (17/10/2019) malam.

“Sejumlah program kerja sudah kami siapkan untuk pembangunan di Kabupaten malang. Di antaranya, program SPP gratis  untuk murid PAUD, TK, SD/MI hingga SMP/MTS. Selain itu juga ada  program berobat gratis bagi warga tidak mampu  yang berobat di kelas 3 RSUD milik Pemkab Malang,” kata Sanusi.

Selain SPP gratis untuk murid PAUD, TK, SD/MI, khusus untuk murid  SMP/MTS akan mendapatkan biaya operasional daerah (Bosda) dari  Pemerintah Kabupaten Malang. “Saya  juga siapkan bantuan pengobatan gratis bagi warga yang tidak mampu. Jadi, apabila ada yang sakit,  bisa menghubungi Dinas Sosial untuk diantar berobat ke RSUD milik Kabupaten Malang,” tambahnya.

Di hadapan para undangan, mantan Wakil Bupati Malang ini menjelaskan,  sejak kecil dia sudah belajar di pondok pesantren, sambil sekolah di MI, MTS, MA dan melanjutkan kuliah di IAIN hingga lulus. “Saya ini anak desa, santri, namun Insya Allah seluruh anak cucu saya, mampu menjadi kebanggaan NU. Sejak dilantik sebagai Bupati Malang, tepat sebulan lalu, saya putuskan desa dan kelurahan  akan dapat dana pembangunan yang dianggarkan dari APBD. Desa   yang selama ini mendapatkan DD dan ADD, saya pikir itu masih kurang,” terang  Sanusi.

Jumlah desa di Kabupaten Malang ada 378, dan 12 kelurahan. Menurut Sanusi, semua akan menerima tambahan dana pembangunan. Tujuannya, supaya desa dan kelurahan berkembang. Bahkan, dia berharap, kelak dana pembangunan desa bisa semakin bertambah setiap tahun, sehingga masyarakat desa bisa merasakan pembangunan yang merata.

Terpisah, Ketua KAN Jabung, Drs. EC. H. Ahmad Ali Suhadi, MM mengatakan,  anggota KAN di atas 95 persen adalah kaum nahdliyin. “KAN Jabung ini sudah lama merintis menjadi koperasi syariah, yakni  sejak tahun 2009 dengan menyelenggarakan lembaga pembiayaan syariah. Pihaknya bersyukur, karena pada tahun 2019 ini,  legalitas dan pengakuan dari Kementerian Koperasi, sudah turun. Sehingga KAN resmi menjadi koperasi syariah,” katanya.  (iko/mat)