TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Bupati Malang, HM Sanusi meninjau lokasi tanah longsor di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sanusi Bantu Korban Longsor Kasembon

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Tanah longsor yang menimpa empat rumah di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (06/12/2020) petang yang mengakibatkan 16 warga diungsikan, membuat Bupati Malang, HM Sanusi, ikut prihatin. Untuk mengurangi beban para korban, dia menyerahkan bantuan, Senin (07/12/2020) siang.

 

Masyarakat dan anggota TNI AD (Koramil Kasembon) gotong royong membersihkan material longsor yang menimpa jalan Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

 

IKUT mendampingi bupati, Sekretaris Daerah, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, seperti Dinas Sosial, Dinas PU Bina Marga, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta karya, dan sebagainya.

“Hari ini Bapak Bupati Malanh (HM Sanusi) melakukan kunjungan ke Kecamatan Kasembon, dalam rangka menyerahkan bantuan kepada para korban yang rumahnya rusak kena longsor. Pak bupati sampai ke lokasi sekitar  pukul 11.00  WIB. Acara selesai sekitar pukul 12.00 WIB,” terang Camat Kasembon, Kasiyanto usai mendampingi bupati.

Bupati Malang, HM Sanusi meninjau lokasi tanah longsor di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kasiyanto menjelaskan, penyerahan bantuan dilakukan di Pendopo Desa Pait. Setelah menyerahkan bantuan, dilanjutkan meninjau lokasi longsor. “Untuk rumah yang rusak karena tertimpa longsor, akan dibantu Baznas dan Dinas Cipta Karya. Untuk longsornya, akan ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Malang,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi meminta warga agar tidak menebang pohon, khususnya yang berada di tebing-tebing. Sebab, tanaman itu dapat mengurangi erosi, sehingga tidak sampai terjadi tanah longsor.

”Untuk perbaikan  rumah dan infrastruktur,  bisa diatasi dengan dana tanggap darurat. Mohon bersabar, karena Pemkab Malang akan mengatasi dampak dari musibah ini. Begitu juga plengsengan yang longsor, sehingga merusak bahu jalan, harus segera diselesaikan.  Karena tempat tinggal berada di lahan yang curam, mohon jika ada tanaman kayu atau pepohonan,  jangan ditebangi,” pintanya.

Bupati menjelaskan, kunjungan kerja ini bagian dari panggilan tugas, karena masyarakat sedang membutuhkan sentuhan pasca musibah tanah longsor. ”Harapannya, musibah ini bisa segera ditangani dan masyarakat bisa menjalani kehidupan normal kembali. Pemkab Malang juga melakukan tindakan-tindakan antisipasi bencana yang dikomando BPBD sebagai ujung tombaknya,” jelasnya.

Bupati Malang, HM Sanusi menterahkan bantuan kepada korban tanah longsor di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur kawasan Malang barat, Sabtu (05/12/2020) petang, mengakibatkan tanah longsor. Empat  rumah di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, tertimpa longsor. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun empat rumah mengalami rusak karena tertimpa material longsor.

Camat Kasembon, Kasiyanto, menjelaskan, bencana alam tanah longsor ini berawal dari hujan deras yang mengguyur kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang ini, Sabtu (05/12/2020), sejak  pukul 15.30 WIB hingga 19.00 WIB. “Hujannya cukup deras dan lama, sehingga terjadi longsor,” katanya, usai mendampingi Bupati Malang, HM Sanusi, memberikan bantuan kepada korban longsor, Senin (07/09/2020) siang.

Kasiyanto menjelaskan, ada empat  rumah yang tertimpa  longsor. Pertama, rumah milik  Muhamad Ali,  di  Dusun Slatri RT 01/RW 1, Desa Pait, tinggi tebing  5 meter, lebar longsor  3 meter, jumlah penghuni 4 orang, kerugian materiil  Rp 5 juta, rusak ringan. Kedua, rumah Bu Tuni,  Dusun Pait Utara RT 14/RW 4,  Desa Pait, tinggi tebing  10 meter, lebar longsor  5 meter, jumlah  penghuni 3 orang, kerugian materiil  Rp 5 juta, kerusakan sedang.

Ketiga, rumah milik Winardi, Dusun Baraan RT 19/RW 5 Desa Pait, tinggi tebing 6 meter, lebar longsor  3 meter, jumlah penghuni 6 orang, kerugian materiil  Rp 5 juta, kerusakan  sedang. Keempat, rumah milik Jumar Adi Purnomo, Dusun Baraan RT 17/RW 5 Desa Pait, tinggi tebing  5 meter, lebar longsor 3 meter, jumlah penghuni  3 orang, kerugian materiil  Rp 5 juta, kerusakan sedang.

“Selain menimpa rumah, longsor juga menimbun jalan ke Dusun Tangkil yang menyebabkan akses dari Dusun Tangkil menuju Dusun Baraan dan ke pusat Desa Pait, tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan lebih. Untuk sepeda motor masih bisa lewat. Namun agak licin, Sedangkan akses ke luar Dusun Tangkil masih bisa melalui Desa Jombok, Kecamatan  Ngantang,” terang Kasiyanto.

Camat Kasembon yang pernah bertugas  di Nusa Tenggara Timur selama delapan tahun ini menjelaskan, setelah terjadi longsor, pegawai Kecamatan Kasembon, bersama Koramil, Polsek Kasembon, serta beberapa masyarakat, bergotong royong menyingkirkan material longsor dengan alat seadanya.

“Kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mempermudah dan mempercepat penanganan. Mengingat kondisi —waktu kejadian— masih hujan dan  sudah malam, sehingga untuk penghuni rumah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, kami menghimbau  masyarakat agar lebih waspada terhadap bencana tanah longsor,” jelas Kasiyanto.

Sementara itu, sejumlah personil dari berbagai lintas instansi dan masyarakat, bergotong royong menyingkirkan material longsor.  Mereka berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten  Malang,  Muspika (Kecamatan Kasembon, Korami Kasembon,  dan Polsek Kasembon), perangkat Desa Pait, PMI Kabupaten Malang, Gempal,  Tagana, dan sebagainya.  (bri/mat)