Sanusi Bantu Beras 635 Pekerja Migran

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Bantuan beras untuk meringankan beban masyarakat terdampak Virus Corona (COVID-19) dari Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus mengalir. Bupati Malang, HM Sanusi menyerahkan bantuan beras kepada ratusan calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang gagal berangkat ke luar negeri akibat dampak COVID-19, di Kecamatan Lawang, Selasa (12/05/2020) petang dan di Kecamatan Turen, Rabu (13/05/2020).

 

 

Bupati Malang, HM Sanusi menyerahkan bantuan beras 10 kg kepada calon pekerja migran yang tertunda berangkat ke luar negeri karena wabah COVID 19 di Kecamatan Turen.

SAAT menyerahkan bantuan, Bupati Malang tidak sendiri. Dia didampingi Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto. Masing-masing pekerja migran (TKW), mendapat bantuan 10 kg beras.

”Pemkab Malang baru mampu memberikan bantuan beras kepada calon PMI. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi penerima, dan dapat meringankan beban yang masyarakat rasakan,” kata Sanusi saat berada di Lawang.

Sementara itu, saat berada di Kecamatan Turen, HM Sanusi juga menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada sejumlah pekerja migran yang tertunda berangkat sekaligus menjadi korban COVID 19 di Kantor Kecamatan Turen, Rabu (13/05/2020).

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang menyebutkan, jumlah penerima bantuan sosial sebanyak 868 orang, menyebar di  32 kecamatan. Rinciannya, calon pekerja migran sebanyak 635 orang, staf P3MI (Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) sebanyak 138 orang, program G to G (Goverment to Goverment) sebanyak 21 orang, dan jumlah staf LPKS (Lembaga Penyelenggaran Kesejahteraan Sosial) / BLKLN (Balai Latihan Kerja Luar Negeri)  sebanyak  74 orang.

‘’Pemerintah Kabupaten Malang memberikan bantuan beras 10 kg. Harapannya, mereka tetap semangat dan berusaha dengan menjalankan physical distancing. Mereka ini menunggu jadwal keberangkatannya lagi. Jika memenuhi persyaratan dan dibuka lagi setelah wabah COVID-19 ini selesai, ya bisa diberangkatkan. Mereka bukan gagal berangkat, namun tertunda,” terang Sanusi. (iko/mat)