TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Tim Pengabdian Masyarakat FISIP Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, menyelenggarakan webinar bertajuk Penanganan Sampah Plastik di Malang Raya, belum lama ini.

Sampah Sisa Makanan Mendominasi di Malang

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Marrine Buddies —sebuah organisasi yang dibentuk WWF (World Wide Fund for Nature) dan tersebar di beberapa kota di Indonesia—- mencatat, sampah sisa makanan sangat mendominasi di Kota Malang, Jawa Timur. Sedangkan sampah plasti ada di peringkat ketiga.

 

Tim Pengabdian Masyarakat FISIP Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, menyelenggarakan webinar bertajuk Penanganan Sampah Plastik di Malang Raya, belum lama ini.

 

HAL INI disampaikan Adrian Sakti, salah satu aktivis Marrine Buddies saat menjadi pemateri pada webinar bertajuk Penanganan Sampah Plastik di Malang Raya, belum lama ini. Acara ini diselenggarakan Tim Pengabdian Masyarakat FISIP Universitas Brawijaya.

“Sampah yang mendominasi di Kota Malang adalah sampah sisa makanan. Sedangkan sampah plastik ada di peringkat ketiga. Untuk itu, kami akan melakukan aksi tidak hanya dalam lingkup pantai dan laut, tetapi juga di sekitaran Kota Malang agar masyarakat lebih sadar tentang pentingnya menjaga ekosistem laut. Sebab,  kita percaya, apa pun yang kita lakukan di darat,  akan berakhir di laut,” kata Adrian Sakti.

Adrian meambahkan, Marine Buddies Malang ke depan akan melakukan berbagai aksi, baik internal maupun  kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti komunitas, mahasiswa, maupun instansi pemerintah. “Kegiatan yang dilakukan Marrine Buddies di Malang Raya adalah fokus pada river clean up dan beach clean up, yakni bagaimana melakukan bersih- bersih sungai dan pantai secara rutin,” ujarnya.

Kegiatan yang juga direncanakan Marrine buddies dalam ekspansi kampanyenya adalah goes to school dan goes to campus untuk mengajak lebih banyak elemen masyarakat yang peduli lingkungan. Selain itu mereka juga melakukan management of training, sebuah pelatihan agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola sampah, khususnya sampah plastik.

Pada webinar ini, panitia juga menghadirkan Bye Bye Plastic Bag, sebuah NGO dari Bali. Tujuannya, untuk memberikan gambaran bagaimana gerakan di Bali dalam menangani masalah sampah. Bali  dipilih karena sebuah destinasi wisata yang sangat berpotensi menyumbangkan sampah dari wisatawan yang berkunjung.

Bye Bye Plastic Bag (BBBP) merupakan salah satu non-government organization yang digerakan sekelompok pemuda yang ingin menanggulangi permasalahan sampah plastik di Bali.  (div/mat)