Sakit Tak Kunjung Sembuh, Kakek 75 Tahun Gantung Diri

Sugeng (75), warga Dusun Krapyak Jaya, Desa Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara kendat.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Diduga depresi karena sakit yang diderita tidak juga sembuh, Sugeng (75), warga Dusun Krapyak Jaya, Desa Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara  kendat (gantung diri),  Senin (07/01/2019) di rumahnya.

 

KANIT Reskrim Polsek Bululawang, Iptu Rony Margas membenarkan tragedi yang menimpa Sugeng. “Kejadiannya pukul 05.00 WIB, tadi pagi di rumah yang bersangkutan,” terangnya.

Polsek Bululawang melakukan olah TKP gantung diri di Desa Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Awalnya,  cucu Sugeng yang bernama Muryana (12), hendak mandi. ” Saat akan mengambil handuk, saksi melihat kakeknya sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi setengah duduk dan leher terlilit kain yang ditalikan di tiang rumah,” jelas Kanit Reskrim Polsek Bululawang.

Begitu mendapat laporan, Polisi pun segera meluncur ke lokasi kejadian. ” Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan fisik, pelaku murni meninggal karena gantung diri. Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan maupun hal yang mencurigakan,” tegas Roni.

Dari keterangan yang didapat pihak kepolisian, Sugeng diketahui baru pulang dari Lampung, setelah bekerja sebagai buruh di perkebunan karet. “Untuk motif pelaku nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, diduga karena stress. Pelaku diketahui mempunyai riwayat penyakit hipertensi yang tidak sembuh-sembuh,” jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Pakis ini.

Karena pihak keluarga keberatan dan menolak dilakukan proses autopsi, usai melakukan olah TKP, mayat Sugeng diserahterimakan kepada pihak keluarga. “Pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses autopsi, sehingga sesuai dengan ketentuan, kami meminta ahli waris membuat surat pernyataan yang diketahui kepala desa setempat,” pungkas Roni Margas. (diy)