Rumput Stadion Desa Wonoayu Berstandart Internasional

Bupati Malang, HM Sanusi menendang bola di lapangan sepak bola Stadion Desa Wonoayu, Kecamatan Wajak yang menggunakan rumput berstandart internasional. (ist)

 

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Potensi ekonomi dan wisata yang dimiliki Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengundang decak kagum Bupati Malang, HM. Sanusi saat menggelar Gema Desa (Gerakan Membangun Desa) di Kecamatan Wajak, Kamis (05/03/2020) siang. Apalagi  kecamatan ini juga punya potensi minapolitan yang sangat handal sejak dulu, sehingga mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Bahkan rumput lapangan sepak bola di Stadion Wonoayu, berstandart internasional.

 

 

“POTENSI ekonomi dan wisata di Kecamatan Wajak sangat bagus. Salah satu potensi ekonominya adalah budidaya minapolitan. Namun demikian, masyarakat jangan berpuas diri. Potensi yang ada ini, harus lebih ditingkatkan.  Salah satu caranya, menerapkan hasil uji lapangan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang terkait pengembangan ikan nila di Bogor,” kata bupati.

Bupati Malang, HM Sanusi bersama Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto dan Camat Wajak, Purwoto menghadiri Gema Desa di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (05/03/2020) siang. (ist)

Bupati menambahkan, Kecamatan Wajak juga harus terus memoles dan mengembangkan diri. “Bagi yang punya kolam ikan atau fokus pada budidaya minapolitan, tidak ada salahnya mencontoh pengembangan dan budidaya ikan nila seperti di Bogor. Di sana, dengan kolam seluas kurang lebih satu hektar, mampu menghasilkan pendapatan Rp 1,2  miliar  per tahun. Silahkan   studi ke Bogor untuk melihat dan menimba ilmu. Pemkab Malang akan memfasilitasi,” ujarnya.

Tak hanya minapolitan, Kecamatan Wajak  yang sekarang dipimpin Purwoto ini juga dikenal sebagai pusat pengembangan dan budidaya aneka jenis rumput hias. Bahkan lapangan sepakbola di Stadion Wonoayu, Desa Wonoayu, menggunakan rumput berstandart internasional. Rumput di lapangan yang tumbuh rata dan menghijau ini merupakan rumput hasil budidaya petani.

”Ini tentu sangat membanggakan. Dari hasil budidaya rumput, Wajak tidak hanya dikenal sebagai pusat pengembangan dan budidaya rumput hias, melainkan juga sudah berdiri Stadion Wonoayu. Kualitas lapangan dan rumput  stadion ini malah lebih baik dibandingkan lapangan dan rumput yang ada di Stadion Kanjuruhan,  Kepanjen.  Tapi pemasarannya harus ditingkatkan lagi,” pesan bupati.

Terkait dengan wisata, Kecamatan  Wajak juga punya banyak potensi. Di antaranya, Wisata Gentong Mas di Desa Sukolilo dan Njulung Agroedu Tourisme Malang Selatan di Desa Bambang. Pemkab Malang akan berusaha mendukung pengembangannya dan membantu  mempromosikannya.  (ide/mat)