TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Bantuan untuk warga terdampak gempa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus mengalir.

Rumah Rusak Akibat Gempa Bertambah Jadi 287 Unit

Bantuan untuk warga terdampak gempa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus mengalir.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Rumah yang rusak di Kabupaten Malang  akibat gempa bumi  yang terjadi pada Jumat (21/05/2021) malam, pukul 19.09.23, dengan titik episentrum gempa di koordinat -8.63 LS dan 112.34 BT, tepatnya di laut selatan Jawa Timur pada jarak 57 Km Tenggara Kabupaten Blitar, bertambah.

 

MENURUT Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, berdasarkan update data sampai dengan Sabtu (22/05/2021) malam,  pukul 22.00 WIB, sebanyak 287  rumah rusak akibat gempa, menyebar di 14 kecamatan  di Kabupaten Malang, mulai Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, hingga Lawang.

Bantuan untuk warga terdampak gempa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus mengalir.

“Jadi, berdasarkan update data yang masuk ke posko, sampai dengan Sabtu (22/05/2021) malam,  pukul 22.00 WIB, sebanyak 287  rumah rusak akibat gempa, menyebar di 14 kecamatan  di Kabupaten Malang, mulai Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, hingga Lawang,” kata   Bambang Istiawan, Minggu (23/05/2021) siang.

Bambang menjelaskan, dari 287 rumah  itu, 208 rusak ringan, 64 rusak sedang, dan 13 unit rumah rusak berat. “Alhamdulillah, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya ada satu orang yang mengalami luka ringan ,” terangnya.

Dampak gempa bumi di Kabupaten Malang sampai dengan Sabtu (22/05/2021) siang.

Mantan Camat Lawang ini menambahkan, selain merusak rumah penduduk, gempa juga menyebabkan sejumlahg fasilitas umum rusak. Di antaranya,  13 fasilitas kesehatan (Puskesmas dan sejenisnya), 3 tempat ibadah, dan 2 fasilitas umum lainnya.  “Jadi ada tambahan fasum yang rusak. Jika pada awal pendataan ada satu fasum lainnya yang rusak, sekarang bertambah menjadi dua,” ujarnya.

Menindaklanjuti bencana tersebut, BPBD Kabupaten Malang langsung melakukan beberapa langkah. Di antaranya, koordinasi lintas sektoral untuk melakukan pendataan awal terhadap korban terdampak; Mengirim TRS dan relawan untuk melakukan assessment ke lokasi  bencana; Tim gabuangan BPBD, TNI, Polri, OPD teknis serta relawan ke lokasi bencana untuk melakukan  penanganan darurat bencana;  Mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana.

“Pada hari pertama pasca gempa, kami langsung mengirim bantuan sembako kepada warga terdampak bencana. Harapannya, untuk meringankan beban mereka. Sebab, sebulan yang lalu, mereka juga baru saja tertimpa gempa bumi yang hingga sekarang penangannya masih terus berlanjut,” paparnya.  (iko/mat)