RSUD Lawang Makin Ciamik

Punya  Kamar Operasi Standart Internasional

*Reporter : mamak

 

Masyarakat Malang utara dan sekitarnya,  yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya  cuci darah, kini tak perlu jauh-jau ke Kota Malang. Sebab, RSUD Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur sudah mempunyai alat untuk cuci darah dengan kualitas terbaik. Bahkan sudah mempunyai ruangan baru yang sangat nyaman yang  diresmikan Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna, Jumat (13/04/2018).

 

Peresmian empat ruangan oleh Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna.

Tidak hanya meresmikan ruang hemodialisis. Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Malang ini juga meresmikan tiga ruang lainnya, yakni ruang CT Scan, Modular Operatng Theatre (MOT) serta Cafe Scammer. “Semuanya mempunyai kemampuan yang tinggi dan sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Direktur RSUD Lawang, drg. Mahendrajaya, MM, Sp.KG, usai peresmian.

Para dokter RSUD Lawang, mengikuti sesi peresmian empat ruangan oleh Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna bersama.
Direktur RSUD Lawang, drg. Mahendrajaya, MM, Sp.KG, memberikan penjelasan tentang perkembangan rumah sakit kepada Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna bersama.

Menurut Jaya —sapaan akrab drg. Mahendrajaya, MM, Sp.KG— empat ruangan yang diresmikan memiliki manfaat dan kecanggihan yang dibutuhkan  masyarakat. Ruang CT Scan misalnya,  memiliki Multi Slice Computer Tomography (MSCT) Scan 128 Slices. Alat ini  mampu menghasilkan informasi dan gambaran diagnostik yang lebih baik, terutama untuk pemeriksaan organ bergerak,  termasuk jantung, dengan kecepatan pemeriksaan yang cukup singkat dan menghasilkan gambar lebih akurat serta resolusi yang lebih baik.

“RSUD Lawang juga memiliki Instalasi Kamar Operasi dengan Modular Operating Theatre (MOT) yang telah menggunakan sistem SIRO. Yaitu, Sistem Integrasi Kamar Operasi (SIKO) yang di dalamnya terdapat alat yang dipasang secara moduler dan berstandart internasional. Dengan perhatian yang detail, maka kuman yang ada di MOT berada di bawah angka nol (steril) dan telah teruji oleh badan sertifikasi yang diakui  secara nasional,  bahkan internasional,” terang Jaya.

Hebatnya, di Malang, hanya ada dua rumah sakit yang memiliki ruang seperti ini, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan RSUD Lawang. “Saya minta RSUD Kepanjen jangan mau kalah dengan RSUD Lawang. Harus punya ruangan seperti ini juga,” kata Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna saat memberikan sambutan.

“Kami juga punya ruang hemodialisis yang memiliki 6 (enam) mesin hemodialisis (cuci darah) dengan kualitas terbaik. Fasilitas dan  nuansa ruangan kami desain sedemikian rupa agar membuat pasien merasa nyaman,” kata Jaya.

Direktur RSUD Lawang, drg. Mahendrajaya.

Satu lagi rungan yang diresmikan Bupati Malang, Jumat (13/04/2018) lalu adalah Cafe Scanner dengan interior “instagramable” yang mengutamakan kebersihan dan higienisitas. Menurut Jaya, cofe ini tidak hanya melayani pengunjung atau penjaga pasien, tetapi juga  untuk pegawai RSUD Lawang yang dapat digunakan sebagai “scanner” presensi karyawan untuk kedepannya melalui kupon makan siang.

Sementara itu, Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan jajaran RSUD Lawang ini. “Dengan bertambahnya fasilitas kesehatan untuk pasien, diharapkan bisa mengoptimalkan penanganan pasien dengan berbagai penyakit yang semakin banyak jenisnya,” katanya.

Bupati berharap, selain penambahan ruang,  kedepan diharapkan bisa ada perluasan lahan kompleks RSUD, sehingga dapat menunjang pelayanan. “Siapa tahu ada warga di sekitar rumah sakit ini bersedia melepas lahannya untuk dijadikan pengembangan rumah sakit,” harapnya. (*)