RSUD Kanjuruhan Kepanjen Raih Akreditasi Paripurna

Tampak depan RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur berhasil meraih akreditasi paripurna dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Pengumuman akreditasi tertinggi secara nasional ini diketahui Direktur RSUD Kanjuruhan, drg. Mahendrajaya, M.M,Sp.Kg, Kamis (28/03/2019) malam.

 

Direktur RSUD Kanjuruhan, drg. Mahendrajaya,M.M,Sp.Kg.

“AKREDITASI paripurna ini diberikan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang dibentuk negara. Jadi, negara membuat suatu komite yang ditunjuk untuk melakukan standarisasi nasional terhadap semua rumah sakit di Indonesia. Kelas tertinggi adalah paripurna (bintang 5), utama (bintang 4), madya (bintang 3), dasar (bintang 2), dan perdana (bintang1),” kata Direktur RSUD Kanjuruhan, drg. Mahendrajaya, M.M, Sp. Kg, Jumat (29/03/2019) di kantornya.

Wakil Direktur Administrasi RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Mahila Surya Dewi memantau proses pemeriksaan pasien.

“Ada satu bintang lagi, yakni bintang 6 yang diberikan kepada  rumah sakit  yang terakreditasi internasional.  Kalau sudah dapat bintang 6, berarti rumah sakit tersebut berkompeten untuk melayani kesehatan  secara internasional. Nah, RSUD Kanjuruhan akan menuju ke sana, “imbuhnya.

Apa pertimbangan KARS memberikan akreditasi paripurna bagi RSUD Kanjuruhan? Menurut Mahendrajaya, penilaiannya dari segala hal dalam rangka menjamin PMKP (pelayanan yang bermutu dan keselamatan pasien).

“Ada 16 indikator (kelompok kerja)  yang dinilai oleh tim KARS. Hasilnya? RSUD Kanjuruhan sudah memenuhi persyaratan tersebut (akreditasi paripurna). Bahkan, menurut penilaian tim KARS, pada saat kita melakukan assessment —sebelum dinilai kita mengajukan nilai diri sendiri kepada komite itu— nilai RSUD Kanjuruhan di atas 90 semua. Bahkan ada yang di atas 100 dari 16 kelompok kerja (pokja) tersebut,” terang mantan Direktur RSUD Lawang ini.

Contohnya, dalam dokumentasi dan manajemen, nilai RSUD Kanjuruhan sempurna (100). “Bagaimana kita mendokumentasikan, bagaimana kita menggerakan organisasi  ini, terus direkturnya bisa menjelaskan semuanya terkait dengan rumah sakit atau tidak. Jadi, gampangnya, rumah sakit ini dipimpin oleh orang yang tahu dan mengerti atau tidak terhadap tugas utamanya, yaitu pelayanan bermutu dan keselamatan pasien. Intinya ini,” katanya.

Makanya RSUD Kanjuruhan yang termasuk kategori rumah sakit tipe B ini dinyatakan layak secara umum, baik dari segi SDM, sarana prasarana (sarpras), dan alat kesehatan. Bahkan, menurut Mahendra,  khusus untuk alat kesehatan,  ada penilaian secara ASPPAK (Aplikasi, Sarana, Prasarana dan Peralatan Kesehatan). “Dari penilaian ini, RSUD Kanjuruhan terpenuhi 100 %,” tegasnya.

Dengan mendapat akreditasi paripurna ini, banyak keuntungan yang didapat RSUD Kanjuruhan. Di antarnya, bisa mengajukan sebagai rumah sakit pendidikan. Selain itu, ada pengakuan dari masyarakat yang tidak ada nilainya. “Jadi, RSUD Kanjuruhan sangat layak dan kompeten untuk melakukan pengobatan. Bahkan, kalau dikelola sedikit lagi, bisa tembus menjadi rumah sakit internasional,” tandasnya.

Padahal, mantan Direktur RSUD Lawang ini baru sekitar enam bulan menjabat Direktur RSUD Kanjuruhan, Kepanjen. Menurutnya, prestasi ini diraih berkat kerjasama semua elemen di RSUD Kanjuruhan.

“Saya angkat jempol buat semua rekan-rekan di sini. Dan saya terharu dengan teman-teman dokter. Semuanya mau turun, tak ada yang pulang pada saat disurvey oleh KARS selama lima hari. Ada 56 dokter/dokter spesialis, semuanya hadir pada saat survey. Kekompkan semua jajaran rumah sakit ini ternyata menjadi catatan khusus dan  mendapat pujian dari tim KARS. Menurut ketua tim, dia belum pernah mengaudit rumah sakit yang sekompak ini. Waktu ditanya apa rahasianya sehingga bisa kompak, saya jawab tidak tahu,” ujar dokter yang sudah mengabdi di RSUD Kanjuruhan kurang lebih 17 tahun ini. (diy/mat)