Rombongan PKK Mati di Sendangbiru

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sunarto (62), warga Jalan Bunga Kumis Kucing, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, meninggal mendadak di Pantai Sendangbiru, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang,  Minggu (22/07/2018).

 

 

Relawan PMI Kabupaten Malang melakukan evakuasi terhadap Sunarto yang meninggal mendadak di Pantai Sendangbiru, Kabupaten Malang.

SEKRETARIS PMI Kabupaten Malang, Aprilijanto SE. MM membenarkan kejadian yang menimpa Sunarto itu. “Benar mas, tadi, sekira pukul 15.15 WIB, kami mendapat permintaan bantuan untuk melakukan evakuasi di Pantai Sendangbiru. Informasi awal ada seorang pria yang meninggal mendadak,” terang Aprilijanto.

Tanpa membuang waktu, tiga relawan PMI Kabupaten Malang menggunakan satu unit ambulance,  segera meluncur ke Sendangbiru.

Menurut April, ketika relawan sampai di lokasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Sampai di sana korban sudah meninggal dunia, sehingga langsung dibawa ke Puskesmas Sitiarjo,” jelasnya.

Dari informasi diketahui Sunarto, laki-laki kelahiran Jember ini, bersama rombongan PKK,  berangkat dari Blimbing, Kota Malang pukul 07.00 WIB. Sekitar pukul 10.00 WIB,  rombongan sampai di Pantai Nganteb, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan. “Setelah berwisata di pantai yang ada di jalur lintas selatan (JLS) itu, mungkin mereka ingin sekalian membeli ikan di TPI Sendangbiru,”kata April.

Sesampai di Sendangbiru pukul 14.00 WIB, rombongan yang kebanyakan ibu-ibu,  langsung belanja ikan segar. Korban saat itu diketahui pergi ke kamar mandi. “Ada yang melihat korban ke kamar mandi tapi sudah dalam keadaan lemas. Tak lama kemudian diketahui korban sudah meninggal dunia,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan fisik luar yang dilakukan oleh tim medis Puskesmas Sitiarjo, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan fisik. Diduga korban meninggal karena serangan jantung. “Dugaan sementara seperti itu. Karena berdasarkan keterangan, korban mempunyai riwayat penyakit jantung,” tandas Aprilijanto.

Karena pihak keluarga keberatan dan menolak dilakukan prosea visum et repertum, jasad Sunarto langsung dibawa ke rumah duka.  (diy)