Ribuan Maba Unidha Ikuti Pengenalan Kampus

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Mahasiswa baru Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang, Jawa Timur, tahun akademik (2019 / 2020) sudah mulai bergeser ke barat. Bahkan, sudah merata dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

 

Kampus Universitas Wisnuwardhana.

 

“UNTUK tahun ini, jika diprosentase,  mahasiswa dari daerah timur sekitar 40 persen. Sementara 60 perse dari barat atau dari berbagai daerah di seluruh Indonesia,” tutur Wakil Rektor I Unidha bidang Akademik dan Keuangan, Dr. Suharto SPd, MM, di kampus Unidha, saat pembukaan Program Pengenalan Lingkungan Kampus (PPLK), Senin (09/09/2019).

Program Pengenalan Lingkungan Kampus (PPLK) Universitas Wisnuwardhana tahun akademik (2019 / 2020) berlangsung selama 7 hari. Beberapa materi di antaranya terkait etika dan pengenalan lingkungan kampus. Dikemas dengan tema Generasi Millenial yang berkarakter di era revolusi Indonesia.

“Salah satu materinya, ya tentang etika di kampus. Selain itu materi wawasan kebangsaan biasanya akan disampaikan pemateri dari Polres Malang Kota dan Kodim. PPLK akan dilaksanakan selama 7 hari, mulai hari ini ,” lanjutnya.

Tahun ini, jumlah maba Unidha sebanyak 1.400 orang, dari jurusan reguler 900 dan ektensi 500. Peminat tertinggi masih di Fakultas Ekonomi (FE), disusul fakultas lainnya. Di sisi lain, peminat di Fakultas Pertanian masih belum bisa sesuai harapan.

“Ke depan, kami terus akan memberikan wawasan yang luas terkait Pertanian. Bahwa itu tidak hanya urusan di sawah dan lumpur. Namun bisa mengambil pada posisi teknik dan manajemen, bahkan tenaga ahli karena sudah modern,” pungkasnya.

Samentara itu, Rektor Unidha Prof. Dr. Suko Wiyono, S.H., M.H menyebut, Unidha adalah kampus Bhineka Tunggal Ika. Mengingat, baik pejabat, dosen dan mahasiswanya berasal dari berbagai suku, pemeluk agama, pilihan politik juga berbeda.

“Ada dari Jawa, Madura, NTT, NTB, Kalimantan, Papua. Meskipun berbeda- beda, kita satu, Bhinneka Tunggal Ika. Yang penting,  sejak sekarang,  para mahasiswa bisa menempatkan diri di Malang,” tuturnya.

Ia berpesan, agar jangan sampai berbuat yang tidak bisa diterima lingkungan. Harus bisa menyatu dengan lingkungan yang ditempatinya. (ide)