TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Sejumlah alat musik koleksi Museum Brawijaya di Malang, Jawa Timur tampak tergantung di dinding.

Relawan MMI Bersihkan Alat Musik Koleksi Museum Brawijaya

Sejumlah alat musik koleksi Museum Brawijaya di Malang, Jawa Timur tampak tergantung di dinding.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Relawan Museum Musik Indonesia (MMI) dan Dewan Kesenian Malang (DKM) membersihkan sejumlah alat musik drumben koleksi Museum Brawijaya di Malang, Jawa Timur, Senin (08/03/2021). Bahkan beberapa alat musik pemberian Pemerintah Belanda ini ada yang rusak.

 

MENURUT Ketua MMI, Hengki Herwanto, kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya konservasi terhadap puluhan koleksi alat musik peninggalan Detasemen Musik Kodam V/Brawijaya  tahun 1950 – 1976 agar tetap terawat dan terjaga nilai sejarahnya.

Hengki Herwanto menambahkan, Museum Brawijaya memiliki koleksi yang cukup berharga, namun kondisinya kotor karena berada di ruang terbuka. “Acara hari ini dalam rangka membersihkan alat musik di sini. Bisa kita lihat bersama, instrumen di sini kotor sekali. Harapannya,  dengan dibersihkan, mudah-mudahan sebagian masih ada yang bisa dimainkan,” ungkapnya.

Relawan Museum Musik Indonesia (MMI) dan Dewan Kesenian Malang (DKM) membawa terompet koleksi Museum Brawijaya di Malang, Jawa Timur.

Lebih lanjut Hengki menambahkan, ada beberapa peralatan yang mereka bawa untuk membersihkan alat-alat musik tersebut. Antara lain,  detergen, sikat, amplas, maupun cairan pembersih logam. Dengan kegiatan  ini, pihaknya berharap dapat membangun kepedulian masyarakat terhadap seni musik.

“Kami berharap dapat membangun kepedulian masyarakat bahwa di Kota Malang punya warisan budaya seni musik yang  perlu kita kenal, dilestarikan, bahkan kalau perlu kita kembangkan untuk kemajuan kebudayaan di negara kita, khususnya budaya seni musik,” terangnya.

Kepala Museum Brawijaya, Kapten Arm Sustrisno menjelaskan, sebanyak  33 instrumen musik yang ada merupakan pemberian Pemerintah Belanda untuk Indonesia di tahun 1952. “Kalau ditaruh di Museum Brawijaya baru pada tahun 1977. Sedangkan untuk perawatannya selama ini manual, semampu kita. Tapi karena mungkin tempatnya masih di luar kaca dan terbuka seperti ini, akhirnya mudah kotor,” terangnya.

Kapten Arm Sustrisno menjelaskan,  beberapa alat musik yang ada sebagian besar sudah mulai rusak. Meski begitu pihaknya akan berdiskusi dengan MMI dalam rangka mengidentifikasi alat musik mana yang masih bisa dipergunakan. “Setelah selesai dibersihkan, kita mau sama-sama mengidentifikasi alat musik di sini. Mulai dari nama, jenis, tahun pabrikannya, bahkan masih bisa dimainkan atau tidak,” tuturnya.  (div/mat)