Rektor di Malang Serukan Tolak Kerusuhan Hasil Sidang MK

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sejumlah akademisi Kota Malang, Jawa Timur,  mewanti-wanti agar seluruh masyarakat Indonesia mengedepankan persatuan, menyusul berlangsungnya sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk sengketa Pemilihan Presiden/Wakil Presiden.

 

 

Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, AR, MS.

“KAMI berharap, masyarakat tetap mengedepankan kerukunan dan persatuan. Bisa menerima dengan lapang dada apa pun hasil keputusan Mahkamah  Konsititusi,” tutur Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, AR, MS.

Ia melanjutkan, semua masyarakat diharapkan bisa menjaga kerukunan dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lebih khusus ia berpesan kepada para mahasiswa UB, agar turut serta membantu menciptakan suasana yang sejuk di era demokrasi ini.

Pernyataan senada disampaikan Rektor Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Prof. Dr. Abdul Haris, MAg. Ia menghimbau, masyarakat dan mahasiwa agar tidak terprovokasi dan ikut datang ke Jakarta menuju MK.

“Jangan sampai melakukan hal- hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kita serahkan sesuai aturan hukum yang ada. Mohon semua pihak tetap bersabar dan menolak segala bentuk kerusuhan,” tuturnya.

Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) saat ini masih sedang berlangsung. Dijadwalkan, Mahkamah Konstitusi akan menyampaikan putusan hasil sidang sengketa pemilu, Jumat (28/06/2019) mendatang.  (ide)