Rasulullah Teladan Terbaik Sebagai Seorang Suami

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur  menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1440 H / 2018 M di Pendopo Kepanjen, Senin (26/11/2018) pagi.

 

 

Prof. Dr. KH. Ahmad Mujjayid, MA saat memberikan siraman rohani pada kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Kepanjen, Senin (26/11/2018) pagi.

WAKIL Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM hadir bersama sejumlah kepala OPD termasuk  kurang lebih 800 pegawai. Dalam kesempatan ini, wabup secara simbolis menyerahkan 165 paket bantuan bagi kaum duafa. Sebagai penceramah adalah Prof. Dr. KH. Ahmad Mujjayid, MA.

Wakil Bupati Malang, HM. Sanusi.

Mengawali sambutannya, Sanusi menyampaikan, kegiatan ini  merupakan momentum yang membahagiakan bagi semua,  khususnya sebagai umat Islam. Pasalnya, melalui momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seakan diajak untuk tiada henti mengucap syukur kepada Allah SWT,  karena telah diberikan nikmat dan hidayah yang tiada ternilai,  yaitu nikmat menjadi umat Nabi Besar Muhammad SAW, dan hidayah sebagai pemeluk agama Islam.

”Bagi kita kaum muslimin, Nabi Muhammad SAW diyakini sebagai contoh dan teladan yang terbaik bagi umat manusia. Pada diri beliau terpancar kecerdasan luar biasa, kepribadian yang agung, akhlak yang mulia, dan kepemimpinan yang tegas dan bijaksana. Hal ini bahkan oleh Allah SWT telah disebutkan dalam Al Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21,” katanya.

Sanusi menyampaikan, Nabi Muhammad SAW adalah figur teladan yang mesti diidolakan oleh kaum muslimin. Setiap langkahnya selalu dibawah kontrol ilahi. Tindakan dan ucapannya, kata Wabup, adalah mutiara berharga, menjadi landasan pembentukan akhlak ummatnya dalam berbuat dan menjadi hukum yang ditaati. Tiada seorang pun yang dapat meragukan keagungan pribadi Rasulullah SAW, dan keperibadiannya menjadi contoh teladan dalam segala hal.

”Rasulullah adalah teladan terbaik sebagai seorang suami, sebagai ayah, sebagai guru, sebagai tokoh masyarakat, sebagai ahli strategi, sebagai ahli ekonomi, sebagai pejuang hak-hak asasi manusia, dan juga sebagai kepala negara. Keteladanan Muhammad SAW adalah sesuatu yang utama bagi setiap umat. Mudah-mudahan, dengan mengikuti keteladanan beliau, kita mampu memperbaiki sistem dan tatanan yang ada di daerah kita ini ke arah yang lebih baik dan tujuan yang mulia, yakni terciptanya daerah dan negera yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur atau makmur dan penuh ampunan Allah SWT,” tambahnya.

Wabup menambahkan, di masa sekarang khususnya dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat, bernegara dan beragama, umat Islam tetap berkwajiban untuk mencontoh masyarakat ideal sebagaimana telah diwujudkan oleh Nabi Muhammad SAW di Madinah. Masyarakat Madinah adalah masyarakat yang majemuk, yang terdiri atas berbagai komponen etnik dan agama.

Ketika zaman Rasulullah SAW, ada Piagam Madinah yang dijadikan sebagai konstitusi tertulis dalam menata kehidupan masyarakat Madinah, menyatukan seluruh komunitas dengan tetap menghargai keragaman dan kebebasan. Seluruh warga Madinah berkewajiban untuk mempertahankan wilayah dari setiap ancaman dari manapun datangnya sekaligus wajib untuk bekerja demi membangun kesejahteraan dan kemakmuran bersama.

”Saya mengajak kepada diri sendiri dan juga kepada seluruh masyarakat, serta khususnya kepada para aparatur Pemkab Malang. Dengan pemahaman yang baik dan menyeluruh tentang Al-Quran dan Hadist, saya yakin sikap perilaku Rasulullah SAW juga akan dapat kita teladani secara utuh. Tidak akan ada kemajuan tanpa perjuangan, dan usaha bersama. Dengan tekad yang kuat dan semangat persatuan sebagai satu bangsa, marilah kita contoh pemikiran Nabi Muhammad SAW, tutur kata dan perilaku beliau. Jangan mau dipecah belah, karena Nabi Muhammad SAW juga telah mengajarkan penting persatuan sebagai sebuah bangsa dan negara. Dengan semangat Maulid Nabi, mari bersama kita wujudkan Kabupaten Malang dan bangsa Indonesia yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur,” pungkasnya. (iko)