PT. Gudang Garam Bangun Bandara di Kediri

Oleh: Moh. Mufid – Malang

Perusahaan rokok (PR) terbesar di Indonesia, PT. Gudang Garam Tbk, dikabarkan bakal membangun bandara di Kabupaten Kediri. Lokasinya belum pasti, namun menurut informasi yang beredar di tengah masyarakat, bandara ini akan menempati lahan di Kecamatan Geringging atau  Tarokan.

Kabupaten Kediri akan punya bandara. (ilustrasi)

Kabar pembangunan bandara ini disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. Soekarwo, beberapa waktu lalu. “Bandaranya nanti digunakan untuk umum, namun sebagian untuk privasi perusahaan,” katanya.
Dia menambahkan, lahan dan anggaran telah dipersiapkan tanpa menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). “Dananya murni dari perusahaan itu. Pak Joko Widodo pun sudah memberi lampu hijau. Tim dari Kementerian Perhubungan dan pihak terkait akan turun ke lapangan agar bisa segera direalisasikan,” kata Soekarwo.
Di bandara ini akan dibangun landasan sepanjang 2.300 meter yang cukup untuk pendaratan pesawat berbadan lebar seperti Airbus yang berkapasitas berpenumpang 128 – 130 orang.
Menurut Pak De Karwo, bandara di Kediri ini akan berpengaruh kepada bandara perintis yang sedang dibangun di Tulungagung. “Di Tulungagung belum siap, karena ada yang belum selesai, terutama masalah lahan. Jadi prioritasnya Kediri dan diharapkan progresnya segera berjalan,” kata Soekarwo.
Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) mengaku tengah mengevaluasi rencana PT Gudang Garam Tbk membangun bandara di Kediri.
“(Pembangunan bandara di Kediri) itu belum. Semuanya masih dievaluasi dan masih terus dibahas,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso, beberapa waktu lalu.
Menurut Agus, saat ini pemerintah mendorong swasta untuk membangun dan mengoperasikan bandara di Indonesia.
Hal ini dilakukan karena adanya keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Negara (APBN). Sehingga, dengan adanya swasta, maka pemerintah bisa membangun dan mengembangkan bandara tanpa membebankan APBN.
“Jadi kita mengembangkan swasta-swasta yang membuat dan mengoperasikan bandara dengan konsep green field. Konsep ini artinya mulai dari pembebasan tanah dan sebagainya, dananya dari swasta,” imbuhnya.
Bandara ini diharpakan membantu Jawa Timur menghubungkan antarkota, terutama kawasan selatan yang konektivitasnya masih lemah, seperti Pacitan, Madiun, Magetan, Kediri, Ponorogo, Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek.*