PSHT Cabang Kabupaten Malang Bedah Rumah di Tajinan

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Guna meningkatkan tali silaturahmi, anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Malang, Jawa Timur, menggelar bakti sosial bedah rumah milik ibu Elia Roza (45), warga Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

 

 

Proses renovasi rumah milik ibu Elia Roza (45), warga Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang masih berjalan.

IBU SATU anak tersebut sangat senang dan bersyukur karena rumahnya diperbaiki oleh PSHT Cabang Kabupaten Malang.

Proses bedah rumah  dimulai sejak  16 Februari 2019 lalu. Dana untuk bedah rumah didapatkan dari sumbangan Warga PSHT di wilayah Malang Raya hingga di luar Pulau Jawa. Total dana yang terhimpun Rp 23.905.000,00.

Selain uang tunai, anggota PSHT Cabang Kabupaten Malang juga memberikan sumbangan berupa pasir, batako, semen, serta makanan,  baik makanan mentah maupun makanan jadi.

Anggota PSHT Kabupaten Malang masih merenovasi rumah milik ibu Elia Roza (45), warga Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang masih berjalan.

Pembangunan bedah rumah ini dilakukan secara gotong royong oleh anggota PSHT yang ada di Malang. Sehingga, memasuki hari ke 28, rumah sudah hampir selesai,  tinggal 20 persen finishing.

Rencananya, Sabtu (16/03/2019), bedah rumah selesai, dan untuk penyerahan kunci rumah akan diberikan secara langsung oleh Ketua Umum PSHT Pusat Madiun – Dr. Ir. Muhammad Taufik, SH, M.Sc.

Tidak hanya penyerahan kunci bedah rumah, Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Dr. Ir. Muhammad Taufik, SH, M.Sc juga akan memberikan Pemantapan Materi Ke-SH-an kepada warga tingkat satu PSHT.

Sementara dalam pemantapan materi bela diri praktis, rencananya akan diisi oleh Suwardi (becak lawu), Juara One Pride MMA Flyweight.

Ketua PSHT Cabang Kabupaten Malang, Dondod Sugondo, berharap kegiatan bedah rumah ini adalah kegiatan nyata untuk membantu sesama dan berlanjut untuk kegiatan-kegiatan sosial selanjutnya.  “Kegiatan ini merupakan manifestasi dari ajaran di PSHT, yakni mendidik manusia berbudi luhur dan memayu hayuning bawana, yakni berbuat baik kepada sesama,” katanya. (iko/mat)