Produk UMKM Jatim Dijual ke Pasar Internasional

Potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Timur sangat besar. Produknya pun tidak hanya melayani pasar lokal atau nasional, tapi sudah menembus pasar internasional. Namun Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap akan memfasilitasi pemasaran produk-produk UMKM dari Jawa Timur untuk menembus pasar internasional, melalui program Jatim Mart ‘Trading House’ yang berada di Singapura.

———————————————

Hadi Prasetyo bersama Bupati Malang H. Rendra Kresna.

“Pak Gubernur menginginkan bagaimana produk-produk UMKM dari Jawa Timur bisa ber-saing dan menembus pasar internasional,” kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Hadi Prasetyo, Surabaya, Rabu (13/4/2016).
Mantan PJ Bupati Malang ini menje-laskan, konsep membantu memasarkan produk-produk UMKM sudah dipikirkan-nya sejak pertengahan tahun lalu. Konsep Jatim Mart ‘trading house’ diterima Guber-nur Jatim Soekarwo. “Saya menyakinkan ke sana ke sini, dan akhirnya pak gubernur menerimanya,” katanya.
Mantan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur asli Turen, Kabupaten Malang ini pun terus mematangkan konsep Jatim Mart yang merupakan bagian dari perwujudan konsep Jatimnomic, layanan terpadu untuk meningkatkan ekspor barang dan jasa bagi perusahaan kecil dan menengah dari Jawa Timur ke pasar internasional, seperti negara-negara Asean, Asia, Eropa maupun Timur Tengah.
“Sejak awal tahun lalu, sudah dila-kukan berbagai persiapan. Di antara-nya, menggandeng sebuah perusahaan di bidang jasa layanan terpadu asal Singapura, SouthEastAsia Business Centre (SBC),” terangnya.
Dalam hal ini, SBC akan menye-diakan ruang untuk display produk-produk UMKM dari Jawa Timur di Big Box, salah satu pusat perbelanjaan di Singapura yang terletak di kawasan Jurong East. Selain itu, juga menyedia-kan sales marketing, serta mengurus dan mencari buyer (pembeli) interna-sional, bukan hanya dari Singapura, tapi juga pembeli dari berbagai negara lainnya dari kawasan Asia, Afrika, Eropa hingga Timur Tengah.
“Jatim Mart sebagai trading house, beda dengan toko. Jatim Mart nantinya sebagai tempat untuk display produk UMKM dari Jawa Timur, serta menjadi tempat transaksi grosiran bukan ritel,” te-rangnya sambil menambah-kan, Jatim Mart trading house East Java ini juga terkoneksi dengan online shopping Alibaba, yang memiliki sekitar 3.000 tenaga sales, maupun online shopping berkelas internasional lainnya.
Mengapa mendirikan trading house sebagai pusat promosi dan informasi produk-produk UMKM di Singapura? “Karena Singapura dikenal sebagai nega-ra yang memiliki sistem moda transpor-tasi terbaik hingga menjadi salah satu negara pusat perdagangan yang menjadi pusat pertemuan para buyer maupun seller dari berbagai negara,” jawabnya.
“Jatim Mart trading house ini untuk mengetes market internasional, untuk memberikan motivasi dan inovasi bagi produk-produk UMKM,” imbuhnya.
Jangan sampai pengusaha di Jawa Timur menilai produknya enak di Indonesia, tapi di luar negeri tidak diterima pasar. Dengan Jatim Mart ini, semakin banyak produk yang dibeli, semakin tahu kebutuhan pasar.
Beberapa waktu lalu, saat menjadi PJ Bupati Malang, Hadi Prasetyo sudah mulai mengenalkan Jatim Mart ini kepada pengusaha UMKM dengan menda-tangkan pengusaha besar asal Singapura, Mr. Rudy Fang.
Sebab, potensi UMKM di Kabupa-ten Malang sangat besar. Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, tercatat jumlah Koperasi dan UMKM pada akhir tahun 2015 di Kabupaten Malang sebanyak 1.130 Koperasi, terdiri dari Koperasi Kategori Stabilisasi 563 unit, Kategori Konsolidasi sejumlah 474 unit dan Kategori Rehabilitasi sejumlah 93 unit. Sedangkan untuk UMKM sejumlah 416.669 unit yang terdiri dari Usaha Mikro sejumlah 300.338 unit, Usaha Kecil sejumlah 115.097 unit dan Usaha Menengah sejumlah 1.234 unit.
Dengan jumlah yang cukup signifi-kan, peran UMKM tersebut telah mampu memberikan kontribusi positif bagi pere-konomian Kabupaten Malang. Bahkan apabila dikelola dengan manajemen yang lebih baik, strategi bisnis yang tepat serta didukung investasi modal yang cukup tentu dapat semakin berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi.
“Dan hal yang tak kalah penting adalah dari sisi bisnis dapat memberikan potensi keuntungan yang besar pula, khususnya bagi investor yang telah menanamkan modalnya,” katanya.
Saat itu, Rudy Fang melakukan interview kepada para pelaku UMKM. Ini merupakan sebuah peluang besar bagi para pelaku UMKM untuk semakin mengembangkan bisnisnya.* (moh. Mufidz/medanbisnis/berbagai sumber)