Pria Dampit, Tewas Tertabrak KA Penataran

Evakuasi jasad Sugiono, yang tertabrak KA. Penataran di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Seorang pria yang berdasarkan identitas di saku bajunya diketahui bernama Sugiono (52) yang beralamat Desa Baturetno RT 14 / RW 04 Kecamatan Dampit, tewas karena tertabrak Kereta Api di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Rabu (5/12/2018).

 

KEPADA awak media, Kapolsek Sumberpucung, AKP. Edi Sunyata membenarkan meninggalnya Sugiono karena tertabrak kereta api Penataran dengan nomor lokomotif CC 2017712 relasi Malang – Kertosono. “Kejadiannya pukul 11.17 WIB, korban tertabrak kereta api Penataran yang melaju dari arah timur menuju barat. Akibatnya korban meningal dunia seketika di tempat kejadian perkara,” terang Edi.

Sebelumnya menurut Edi, ada dua orang saksi, Ahmad Dadang Harianto (36) Security Stasiun Sumberpucung dan Farid Junaidi (37) warga Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Desa Karangkates. “Kedua saksi pada pukul 11.10 WIB, melihat korban turun dari jalan raya, di jembatan waduk Karangkates ke rel kereta api di bawahnya, selang tujuh menit kemudian diketahui korban sudah tergeletak, dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala,” jelas Kapolsek Sumberpucung.

Mengenai penyebab korban tertabrak kereta, apakah ada motif bunuh diri, polisi enggan untuk berspekulasi. “Kemungkinan tersebut ada karena diketahui korban sengaja turun dari jalan raya ke rel kereta api, namun kami belum bisa memastikan” tegas mantan Kasat Binmas Polres Malang.

Didalam tas yang dibawa korban, petugas mendapati obat-obatan dan jamu, uang Rp 267.000,- serta pampers untuk orang dewasa.

Usai dilakukan olah TKP, jasad Sugiono langsung dievakuasi oleh relawan PMI Kabupaten Malang. “Untuk mayat langsung kami bawa ke IKF (Instalasi Kedokteran Forensik) RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang,” pungkas Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji Utomo. (diy)