Prajurit Kostrad Diingatkan Bahaya Narkoba

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Ratusan prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad, Singosari, Malang, Jawa Timur, mendapatkan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di Gedung Sandoyo Markas Divisi Infanteri 2 Kostrad, Singosari, Malang. Selasa (12/03/2019).

 

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto bersama jajaran Kostrad Singosari.

 

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto menyampaikan bahaya narkoba kepada prajurit Kostrad.

SOSIALISASI dibuka Wakil Asisten Kasdivif 2 Kostrad Letkol Inf Deni Eka Gustiana. Diikuti 400 prajurit dari 6 Satuan Jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad, mulai Yonarmed 1 Kostrad, Denma, Denpal, Denpom, Ajen,  dan Denhub Divif 2 Kostrad.

“Sosialisasi ini dilakukan  supaya prajurit mendapatkan gambaran upaya mencegah diri dan keluarga dari pengaruh narkoba. Sebagai aksi nyata membentengi dari pengaruh narkoba. Mengingat peredaran narkoba merambah di segala lini  masyarakat,” tutur Deni saat membuka acara.

Menurutnya, untuk menanggulangi bahaya narkotika, diperlukan kebijakan dan strategi. Sosialisasi bahaya narkoba yang komprehensif, multi disiplin, terkoordinasi, serta terpadu, konsisten, tepat waktu, berkelanjutan,  dan keterkaitan.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto menyampaikan, peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat membahayakan dan sudah pada tingkat darurat.

“Pengguna narkoba di Indonesia semakin tahun semakin meningkat jumlahnya. Hal ini disebabkan karena ingin coba-coba, gaya hidup (lifestyle). Selain itu, tekanan hidup yang mengakibatkan penggunanya mengalami gangguan kesehatan dan kejiwaan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, ciri-ciri pengguna narkoba dapat dilihat dari perubahan tingkah laku, pergaulan lingkungan, kebiasaan dan gaya hidup yang tak lazim. Adanya penurunan/gangguan kesehatan secara fisik dan mental.  (ide)