Potensi Kecurangan Pemilu di Kecamatan

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pemilihan Umum Legilatif dan Presiden tinggal menghitung hari. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, Jawa Timur, Santoko, Rabu (02/01/2019), menegaskan agar petugas pemilihan kecamatan (PPK) fokus pada tugas dan tupoksinya. Sebab, kerawanan dan potensi kecurangan ada di tingkat kecamatan.

 

Pelantikan PPK (Petugas Pemilihan Kecamatan) KPU Kab Malang.

 

Ketua KPU Kabupaten Malang, Santoko.

“UNTUK ITU, kami menekankan kepada badan pekerja ad hoc (PPK-red) agar fokus dalam tugasnya dan menghindari diskusi yang tidak produktif yang berkaitan dengan konstelasi Pemilu,” tegas Santoko usai melantik 165 PPK yang bertugas di Kabupaten Malang.

Dia juga menambahkan agar para petugas KPU di tingkat kecamatan berlaku adil sehinga meminimalisir timbulnya sengketa dan perselisihan di antara peserta maupun pendukung Pemilu. “Berikan akses, informasi dan pelayanan yang sama kepada para peserta Pemilu,” terangnya.

Dalam pelantikan PPK yang dilakukan secara serentak di Indonesia itu, Ketua KPU Kabupaten Malang menyatakan, ada kenaikan honorarium bagi petugas penyelenggara Pileg dan Pilpres. “Masalah honorarium ada kenaikan. Untuk PPK Rp 2 juta, PPS Rp 900 ribu dan KPPS Rp 550 ribu. Kenaikan ini salah satu bentuk penghargaan atas kinerja rekan-rekan,”bebernya.

Berkaitan dengan logistik Pemilu 2019, Santoko memastikan sejauh ini belum ada kendala. “KPU Kabupaten Malang telah menerima kelengkapan logistik kelengkapan Pemilu seperti surat suara, sampul suara, bilik suara dan kotak suara. Saat ini sudah kami simpan dalam gudang penyimpanan kami secara baik. Jadi secara keseluruhan, kami belum menemui kendala yang berarti,” ungkap pria alumni UMM.

Berkaitan kotak suara yang sempat menjadi permasalahan, Santoko menegaskan,  pihaknya sebatas pelaksana tugas. “KPU Kabupaten  Malang hanya dalam tataran pelaksana tugas. Pengadaan kotak suara itu bukan ranah kami” tegas pria yang berdomisili di Kecamatan Wagir ini.  “Sepahaman kami,  penggunaan kotak suara berbahan duplex sudah digunakan sejak 2009 sebagai kotak suara cadangan dan tidak ada masalah,” tambahnya.

Sebagai Ketua KPU Kabupaten Malang, Santoko menegaskan, persiapan pelaksanaan Pemilu di 8.409 TPS di Kabupaten Malang saat ini sudah maksimal. “Persiapan kita sejauh ini sudah bagus. Kita siap k melaksanakan Pileg maupun Pilpres. Mohon doanya agar nanti semua bisa berjalan lancar aman dan kondusif,” pungkas Santoko. (diy)