TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Inilah contoh udeng khas Batu yang diproduksi Paguyuban Sanggabraja.

PMM Mitra Dosen UMM Re-packaging Udeng Khas Batu

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Kelompok Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) Mitra Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, mengajak pengurus Paguyuban Sanggabraja untuk me- re-packaging udeng khas Kota Batu yang mereka produksi. Tujuannya, agar tampilannya lebih menarik dan penjualan semakin banyak.

 

Penyerahan contoh kemasan baru produk udeng hasil ide kelompok PMM Mitra Dosen UMM 2021 dari Ramadhan Dwi Januarfitra selaku Ketua Kelompok PMM Mitra kepada Bapak Sudarno selaku Ketua Paguyuban Sangga Braja. Kegiatan berlangsung pada Rabu (29/07) pada saat Kelompok PMM Mitra Dosen UMM memberikan saran re-packaging untuk hasil produksi Paguyuban Sangga Braja yaitu udeng khas Kota Batu.

 

KELOMPOK PMM yang beranggotakan Ramadhan Dwi Januarfitra (ketua kelompok), Akhmad Riyadh Mashadi, Aurora Aziza More, Firsta Reynalda Azzahra, dan Arvinda Dyah Kusuma Dewi ini berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan tahun 2018. Mereka didampingi  dosen mitra, Yeyen Pratika, MBA,  dan Shannaz Mutiara Deniar, MA.

Ramadhan Dwi Januarfitra menjelaskan, belum lama ini, Tim PMM bertemu dengan pengurus Paguyuban Sanggabraja  di Omah Jiwo, Jl. Ikhwan Hadi No.5  Kelurahan Ngaglik, Kecamatan/Kota Batu, tak jauh dari Alun-alun Batu. “Omah Jiwo merupakan ruang diskusi berkumpulnya pemerhati budaya di Kota Batu. Omah Jiwo juga jadi tempat mini pameran yang biasa dilakukan oleh Paguyuban Sanggabraja,” katanya, Rabu (25/08/2021) siang.

Inilah contoh udeng khas Batu yang diproduksi Paguyuban Sanggabraja.

Dalam pertemuan itu,  masih kata mahasiswa FISIP UMM ini, Tim PMM menyarankan agar dilakukan re-packaging udeng khas Kota Batu yang mereka produksi. Tujuannya, agar tampilannya lebih menarik dan penjualan semakin banyak.

“Kelompok PMM Mitra Dosen pun memberikan alternatif bentuk kemasan yang bisa digunakan untuk menambah nilai jual udeng. Dalam hal ini, disarankan setidaknya terdapat dua bentuk packaging (kemasan) baru yang merupakan hasil ide dari kelompok PMM Mitra Dosen,” kata Ramadhan  seraya menambahkan  kemasan baru tersebut langsung diserahkan kepada  Sudarno, Ketua Paguyuban Sanggabraja.

Kepada para mahasiswa, Sudarno menjelaskan,  untuk memproduksi udeng, pihaknya melibatkan penjahit yang ada di sekitar Kota Batu. Harga jualnya, Rp 50.000 – Rp 75.000 per unit dengan keuntungan Rp 10.000 –  Rp 15.000.

Namun, sejak pandemi COVID-19 berlangsung,  pendapatan mereka menurun, karena media pemasaran sebagian besar  dari pameran atau sistem konsinyasi dengan mitra,  seperti toko oleh-oleh.

Pada pertemuan tersebut, kelompok PMM Mitra Dosen UMM juga menyarankan untuk menonjolkan ciri khas  udeng yang dijual dengan dilengkapi kemasan yang lebih menarik. Hal ini agar pembeli mengenal produk udeng tersebut secara lebih mendalam melalui ciri khasnya. “Salah satu ciri khas udeng tersebut terletak pada corak atau motif kain batik segi  dan model udeng yang merepresentasikan topografi Kota Batu,” kata Ramadhan. (arvindha dyah kusuma dewi/mat)