Pizza Home Made Abdul Makin Diminati

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kegagalan membuka usaha di masa lalu, tidak membuat Abdul (35), warga Jl. Semboja, Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen,  Kabupaten Malang, Jawa Timur, putus asa. Berbekal keahlian kuliner selama bekerja di sebuah hotel di Batam, ayah tiga anak ini membuka usaha penjualan pizza home made dengan sistem delivery order (DO).

 

 

Abdul membuat pizza. (had)

“Tahun 2018, saya pulang ke Jawa setelah bekerja beberapa tahun di sebuah hotel bintang tiga bagian food and beverages (FB) di Batam,” tutur Abdul, memulai kisah hidupnya, Senin (04/11/2019) di tempat usahanya.

Berbekal keahlian kuliner selama bekerja di sebuah hotel di Batam, ayah tiga anak asli Medan ini menjalankan usaha dengan membuka cafe di sekitar Penarukan, Kepanjen. Namun karena modal tipis dan pengunjung yang terus menurun, menjadikan usahanya tutup.

Meski masih mempunyai tanggungan pengembalian pinjaman ke bank  jutaan rupiah saat membuka usaha cafe, tidak membuat Abdul putus asa. Selanjutnya ia menempati rumah di Jl. Semboja,  Cepokomulyo,  Kepanjen sembari membuka usaha penjualan pizza home made dengan sistem penjualan delivery order (DO).

“Alhamdulillah, usaha ini berjalan dengan baik. Saya bertekad menghidupi keluarga dengan usaha pizza buatan sendiri secara kecil-kecilan,” terang Abdul bersemangat.

Abdul menunjukkan pizza buatannya. (had).

Dalam hal penjualan produk, ia mencoba memasarkan dengan sistem delivery order online. Ia memposting produknya pada grup komunitas bisnis Kepanjen di Facebook dan memampang produk pada status WhatsAppnya.

“Jadi,  saya baru sekitar dua bulan buka usaha pizza sistem DO (delivery order). Alhamdulillah, sedikit demi sedikit, semakin maju,” terang Abdul.

Ia menjelaskan, dirinya ingin berubah menjadi mandiri dan swadaya untuk mencari penghasilan, dengan tidak ikut bekerja pada orang lain. “Saya akhirnya memberanikan diri membuka sendiri usaha jualan pizza, daripada bekerja ikut orang lain,” tutur Abdul antusias.

Saat ini ia bisa membuat pizza 6 jenis, meat lover, supreme, hawaiian, black pepper, tuna maya, dan calzon. Untuk toping tersedia paprika, tomat, jamur, onion, dan keju mozarella. “Untuk harga saya mematok mulai Rp 45.000  sampai Rp. 85.000. Untuk sekali belanja, membutuhkan dana sebesar Rp 500.000,” terang Abdul.

Ia bersyukur, dalam sehari,  jika ramai order, bisa menjual hingga 25 boks pizza. Uang hasil usaha ia gunakan untuk mengangsur  pinjaman di bank  dan memenuhi kebutuhan  sehari-hari istri dan tiga anaknya.

Ia menjelaskan, rencana terdekat adalah mengumpulkan modal usaha untuk mengembangkan usaha dan membuka cafe. Abdul ingin turut memberdayakan ibu-ibu PKK di kampung agar bisa membuat pizza dengan menggelar pelatihan.

“Doakan usaha saya lancar, agar bisa menghidupi keluarga dan juga memberdayakan ibu-ibu di kampung supaya bisa membuat pizza untuk tambahan penghasilan mereka,” tegas Abdul.  (had/mat)