Peziarah Gunung Kawi Tewas Mendadak

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Niat hati ingin menggapai berkah, namun apa daya, ajal malah menjemput Likani (70) warga Desa Tompro Asri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, yang meninggal mendadak di Gunung Kawi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Minggu (20/1/2019).

 

 

Jasad Likani, yang meninggal saat ziarah di Gunung Kawi.

MENURUT Kanit Reskrim Polsek Wonosari, Iptu. Yoni Pribadi, Likani meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya. “Begitu ada laporan, kami bersama tim medis dari Puskesmas Wonosari langsung mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara-red), dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan bersama tim medis, tidak ditemukan tanda kekerasan fisik, sehingga kami berkesimpulan, korban meninggal karena sakit. Apalagi dari keterangan kerabatnya, korban mempunyai riwayat menderita penyakit jantung dan stroke,” tegas Kanit Reskrim Polsek Wonosari, Senin (21/1).

Kejadian meninggalnya korban, menurut Yoni, bermula saat Likani hendak melakukan ziarah ke wisata religi Gunung Kawi. Korban yang masih sehat, datang ke Gunung Kawi bersama keluarga dan tetangganya dengan mengendarai tiga mobil. Ketika naik tangga hendak menuju lokasi persarehan, tiba-tiba korban mengalami sesak nafas. Tubuhnya lemas dan pucat.

“Saat menaiki tangga menuju makam, tiba-tiba korban mendadak pingsan dan terjatuh,” beber Yoni.

Mengetahui korban pingsan, Likani kemudian dibawa ke pos satpam. Sayang tidak berselang lama, nyawa korban tidak bisa diselamatkan, meski sudah diberi pertolongan pertama. Tewasnya peziarah asal Sidoarjo secara mendadak, langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat, yang diteruskan ke Polsek Wonosari.

Sesuai dengan prosedur yang berlaku, petugas menyarankan agar dilakukan proses autopsi, guna memastikan penyebab kematian Likani. “Namun keluarga keberatan dan menolak dilakukan proses autopsi. Atas kejadian ini, pihak keluarga korban menganggap hal ini sebagai musibah,”tegas Yoni.

Karena keberatan dan menolak dilakukan proses autopsi, sebelum jasad Likani dibawa ke Sidoarjo, petugas Polsek Wonosari meminta kepada keluarga dan ahli waris agar membuat surat pernyataan, yang diketahui Kepala Desa setempat. “Berdasarkan ketentuan yang ada, surat pernyataan keberatan dan menolak proses autopsi, sudah dibuat oleh ahli waris,”pungkas mantan Kanit Reskrim Polsek Ngajum. (diy)