Petani Tewas Bersimbah Darah di Ladang Tebu

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Seorang laki-laki tanpa identitas, usia sekitar 58 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah di ladang tebu Dusun Tegal Pasangan, Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (12/04/2019) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.

 

 

Lelaki tanpa identitas, yang diduga korban pembunuhan, ditemukan di kebun tebu Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“KAMI menerima laporan dari masyarakat pukul 09.00 WIB  dan langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Identifikasi Polres Malang. Dugaan awal, pria yang belum diketahui identitasnya ini mengalami kekerasan fisik, karena ditemukan luka robek akibat benda tumpul di wajah sebelah kiri,” jelas Kapolsek Pakis, AKP. Hartono, S.Sos, Jumat (12/04/2019).

Saat dikonfirmasi apakah korban bernama Paidi, warga Gandon Barat, Desa Jabung, Kabupaten Malang? Hartono belum bisa memastikan. “Hal itu masih kami lakukan lidik, karena korban ditemukan tanpa identitas. Sampai saat ini belum ada pihak keluarga yang datang untuk memastikan,” terang Kapolsek Pakis.

Berdasarkan kondisi fisiknya, masih kata kapolsek, diperkirakan korban mengalami kekerasan fisik pada Jumat pagi. “Jika melihat kondisi fisiknya, korban belum terlalu lama meninggal. Korban  ditemukan warga yang hendak ke sawah pagi tadi,” ungkap mantan Kapolsek Jabung ini.

Apa motif yang menyebabkan korban mengalami kekerasan fisik? Polisi belum berani berspekulasi. “Untuk mengungkap kasus ini, kami segera membentuk tim gabungan dari Polsek Pakis dan Polres Malang. Sejauh ini kami masih berusaha melakukan penyelidikan. Apakah ini benar pembunuhan dan apa motifnya, masih kami selidiki,” beber Hartono.

Apakah ada barang korban yang hilang dan korban perampokan? “Kalau barang korban sepertinya masih lengkap. Korban mengenakan pakaian layaknya petani, sehingga kami menduga dia (korban-red) seorang petani. Kemudian apakah korban perampokan? Kami belum bisa berspekulasi. Mohon doa dan dukungannya saja agar kasus ini segera terungkap,” kata Kapolsek Pakis.

Usai dilakukan proses olah TKP, jasad korban ini segera dibawa ke instalasi kedokteran forensik Rumah Sakit Saiful Anwar (IKF RSSA) untuk dilakukan visum et repertum. “Sesuai dengan prosedur dan ketentuan, jasad korban usai olah TKP langsung dibawa ke RSSA untuk autopsi,”pungkas Hartono.  (ide)