Petani Tebu Tewas Terpanggang di Ladang Tebu

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Seorang petani tebu, Miskan (25),  warga Dusun Sumberkunci, Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tewas terpanggang di kebun tebu miliknya sendiri, Selasa (25/09/2018) siang. Korban terkepung kobaran api dari  daun tebu kering yang dibakarnya.

 

Polisi melakukan identifikasi mayat Miskan, warga Dusun Sumberkunci, Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang tewas terpanggang di kebun tebu miliknya sendiri, Selasa (25/09/2018).

 

Tim relawan PMI Kabupaten Malang bersiap mengevakuasi mayat Miskan, warga Dusun Sumberkunci, Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang tewas terpanggang di kebun tebu.

KEPADA awak media, Kapolsek Ngajum, AKP Farid Fathoni membenarkan kematian tragis yang dialami Miskan. “Tadi, sekitar pukul 10.00 WIB, ada orang meninggal dunia di ladang tebu, karena terbakar. Korban bernama Miskan,” terangnya, Selasa (25/09/2018).

Aparat desa berkoordinasi dengan tim relawan PMI Kabupaten Malang untuk mengevakuasi mayat Miskan.

Menurut Farid, korban bermaksud membersihkan ladang tebunya usai ditebang. “Di ladang tebu yang selesai dipanen itu kan banyak daduk atau daun tebu kering. Untuk membersihkannya, korban membakar tumpukan daun tebu kering itu,” terangnya.

Awalnya pembakaran daun tebu kering berjalan normal. Korban masih bisa mengendalikan api. Namun dengan semakin teriknya hari dan angin berhembus kencang, Miskan pun tidak bisa lagi mengendalikan api yang semakin membesar. “Sayangnya, korban terjebak di tengah kobaran api dan tidak mampu menyelamatkan diri,” papar mantan Kasubag Humas Polres Malang ini.

Mengetahui korban terjebak dalam api yang semakin membesar, warga sekitar langsung berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya. Sayang, upaya warga gagal. “Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi menderita luka bakar di sekujur tubuh,”jelas Farid.

Bersama tim identifikasi Polres Malang, jajaran Polsek Ngajum kemudian melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). “Hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, tidak ditemukan unsur kesengajaan, sehingga disimpulkan kejadian ini murni sebagai kecelakaan,”tegas Kapolsek Ngajum.

Proses evakuasi jasad Miskan dilakukan relawan PMI Kabupaten Malang, dan langsung dibawa ke rumah duka. “Pihak keluarga keberatan dan menolak dilakukan proses autopsi, sehingga jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk  dimakamkan,”pungkas Farid. (diy)