Petani Pulungdowo Digerojok Alat Pertanian

Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna bersama anggota Komisi XI DPR RI, Ir. Andreas Eddy Susetyo, M.M, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Dr. Budiar menemui petani di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sejumlah petani di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menerima bantuan alat pertanian dari Auditorat Keuangan Negara (AKN) IV Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), Selasa (21/08/2018) siang.

 

ALAT pertanian yang diserahkan di antaranya, Alsintan Pra Panen sebanyak 36 unit traktor roda dua, 7 unit cultivator, dan 50 unit handsprayer. Alsintan Pasca Panen sebanyak 5 unit power thresher dan 5 unit power thresher multiguna. Bantuan ini diserahkan anggota Auditorat Keuangan Negara (AKN) IV Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), Prof. DR. H. Rizal Djalil, M.M.

Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna bersama anggota Komisi XI DPR RI, Ir. Andreas Eddy Susetyo, M.M, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Dr. Budiar serta anggota Auditorat Keuangan Negara (AKN) IV Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), Prof. DR. H. Rizal Djalil, M.M, menemui petani di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Selain Rizal Djalil, ikut juga dalam rombongan ini Ir. Andreas Eddy Susetyo, M.M (Komisi XI DPR), Ir. Bustanul Arifin Caya, MDM (Direktur Alat dan Mesin Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementrian Pertanian), Ir. Gatut Sumbogodjati, MM (Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan, Kementrian Pertanian).

Anggota Auditorat Keuangan Negara (AKN) IV Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), Prof. DR. H. Rizal Djalil, M.M.

Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna  yang  mewakili para petani mengatakan, bantuan tersebut akan dimanfaatkan dalam upaya meningkatkan kualitas dan jumlah hasil pertanian, khususnya di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, dan secara umum di Kabupaten Malang.

“Hasil pertanian di Kabupaten Malang mengalami surplus. Bahkan, kami bisa ikut membantu pertanian dan stok pangan nasional. Tentu bantuan ini akan memompa semangat para petani untuk terus meningkatkan produksi. Namun, selain kebutuhan peralatan mesin pra panen, para petani juga membutuhkan bantuan mesin pasca panen agar mampu mengurangi tingkat lose saat panen,  sehingga hasil produksi maksimal,” terang Rendra Kresna.

Anggota Auditorat Keuangan Negara (AKN) IV Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), Prof. DR. H. Rizal Djalil, M.M, mengatakan, apa yang disampaikan Bupati Malang, akan menjadi perhatian di pusat. “Bahwa para petani di Desa Pulungdowo dan juga umumnya Kabupaten Malang membutuhkan bantuan mesin peralatan pasca panen,  akan kami tindaklanjuti dengan melipatgandakan bantuan sesuai yang dibutuhkan,” katanya. (mat)