Peselancar Pacitan Rajai Singhasari Surfing International di Nganteb

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Puluhan peselancar  dari dalam dan luar  negeri meramaikan event Singhasari Surfing International di Pantai Nganteb, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur,  Minggu (16/09/2018) siang. Mereka turun dalam kelas Exhibition dan Open Jawa Timur untuk memperebutkan thropy dari Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna.

 

Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna bersama pemenang Singhasari Surfing International di Pantai Nganteb, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (16/09/2018) siang.

 

Sisi lain Pantai Nganteb, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang bersih dan indah.

SEKRETARIS Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Rofik menjelaskan, pada event kali ini, ada 11 negara yang mengikuti lomba yang digelar dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Malang ke-1258 ini. Di antaranya, Australia, Swedia, Spanyol, Italia,  dan Jerman. Sedangkan peselancar Indonesia yang ikut ambil bagian di antaranya dari Bali, Lombok, Trenggalek, Pacitan,  dan Banyuwangi.

Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna menyerahkan hadiah kepada pemenang Singhasari Surfing International di Pantai Nganteb, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (16/09/2018) siang.

Setelah bertarung menaklukkan ombak Pantai Nganteb selama dua hari, mulai Sabtu (15/09/2018) hingga Minggu (16/09/2018), untuk kelas exhibition, diraih  Lukman dari Pacitan sebagai juara I.  George dari Swedia (juara II), Uyuk Atibiko dari Jogjakarta (juara III), Dandi dari Malang (juara IV).

Para peselancar naik ke pantai usai melahap ombak laut selatan di Pantai Nganteb, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sedangkan, untuk kelas Open Jawa Timur, dimenangkan Supri dari Pacitan sebagai juara I.  Feris dari Banyuwangi (juara II), Alberto dari Bali (juara III) dan Faisal dari Bali (juara IV). Sementara untuk kelas Open Malang Raya, dimenangkan Dandi sebagai juara I. Lenox (juara II) dan Rohmad (juara III).

“Memang, kalau kami perhatikan, peselancar dari Malang masih kalah dengan daerah lain, seperti Pacitan apalagi dari Bali. Kita kalah start dengan Pacitan. Mereka sudah terbangun sejak lama. Tapi yang terpenting adalah, event ini paling tidak dapat menjadi ajang promosi bagi wisata Kabupaten Malang. Para peselancar dari luar daerah Malang setidaknya menjadi tahu bahwa di Kabupaten Malang ada pantai yang ombaknya juga sangat layak untuk dipakai berselancar,” kata Rofik di sela-sela pembagian hadiah seraya menambahkan Singhasari Surfing International ini diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.

Sementara itu, Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini. ”Terima kasih atas partisipasi para peselancar yang ikut ambil bagian pada event Singhasari Surfing International di Pantai Nganteb. Selamat kepada para pemenang. Event ini bagian dari promosi wisata pantai yang ada di Kabupaten Malang. Semoga dengan event ini, pantai-pantai yang ada di Kabupaten Malang semakin dikenal wisatawan,” katanya.

Untuk memeriahkan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten  Malang menyuguhkan acara Pantai Nganteb on Stage dengan menghadirkan Byangindas Band, Antok Baret feat Totok Tewel dan Tropical Forest Reggae.

Sebelum para bintang tamu ini tampil, Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna berkesempatan merilis lagu berjudul Madep Manteb Manetep yang diciptakan dan dikenalkan Byan, penyanyi asli Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang yang hits dengan lagunya C I N T A beberapa waktu lalu.

Bupati Malang bersama istri, Ny. Hj. Jajuk Rendra Kresna dan Wakil Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM, turut menikmati semarak acara menjelang petang sembari melihat sunset dari Pantai Nganteb. Kegiatan tersebut seluruhnya dalam menyambut Hari Jadi ke 1258 Kabupaten Malang tahun 2018.

”Jika berkaca pada tahun 2017, jumlah wisatawan yang berkunjung di tempat wisata Kabupaten Malang sudah mencapai 16 juta orang. Pemerintah Kabupaten  juga akan terus mengembangkannya, tak terkecuali wisata pantai berbasis konservasi, yakni  Pantai Tiga  Warna, Pantai Clungup, dan Pantai Bantol,” harapnya.  (mat)