Perumahan Permata Jingga Disemprot Pakai Water Canon

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Perumahan Permata Jingga (PJ) yang berlokasi di Kelurahan Tunggul Wulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, menjadi salah satu proyek percontohan kawasan physical distancing (jarak fisik). Untuk itu, dilakukan penyemprotan disinfektan menggunakan water canon (kendaraan taktis) dari Kepolisian Kota Malang bersama Pemkot Malang, Sabtu (28/03/2020).

 

Polisi mengerahkan kendaraan water canon untuk menyemprot lingkungan Perumahan Permata Jingga.

 

KAPOLRESTA Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menjelaskan, bersama Pemkot Malang, pihaknya telah menetapkan 10 lokasi perumahan yang akan dilakukan penyemprotan disinfektan dalam upaya pencegahan Virus Corona.

Polisi mengerahkan kendaraan water canon untuk menyemprot lingkungan Perumahan Permata Jingga.

“Perumahan Permata Jingga ini salah satu yang disemprot disinfektan menggunakan water canon,  karena telah ditetapkan sebagai kawasan physical distancing. Untuk itu, tidak ada jalan tikus. Hanya one gate sistem untuk keluar masuk. Ini dilakukan guna mengantisipasi masuknya orang luar yang bukan penghuni,” terang Leonardus, di sela – sela pelaksanaan penyemprotan.

Selain itu, lanjutnya, akan ditempatkan kurir di lokasi security di pintu masuk. Nantinya, kurir itu akan diback up TNI / Polri. Itu untuk mengantisipasi jika ada orang yang membawa barang atau makanan, bahkan orang luar yang  bersilaturahmi untuk dinihlkan terlebih dahulu.

“Kalau ada pengantaran dari online misalnya, nanti kurir yang akan melanjutkan kepada warga yang dituju. Upaya lain, juga telah disiapkan bilik semprot di pintu masuk. Lalu lintas keluar masuk, hanya untuk penghuni yang tinggal di sini. Semua  sebagai  upaya pencegahan dari meluasnya virus Corona,” lanjutnya.

Sementara itu, Bambang Harianto, Direktur PT Buana Karya Adi Mandiri, selaku developer Permata Jingga, menyambut baik langkah Pemkot Malang dan Kepolisian. Menurutnya, apa yang ditetapkan tersebut, tidak sulit untuk dilakukan, mengingat hal itu, sudah terbiasa dan dilakukan dari waktu sebelumnya.

“Kami tentu menyambut baik. Dengan percontohan ini, akan kami benahi jika masih ada kekurangan. Selama ini, terkait pencegahan Corona, sudah dilakukan secara swadaya dan sinergitas  dengan warga RT / RW. Untuk itu, kami bertekad, untuk di kawasan ini, zero Covid 19,” terangnya didampingi Ketua RW VI, Suaji Projo. dan Ketua RT 10 Agus Listiono ditemui usai penyemprotan.

Bambang Harianto menambahkan, penyemprotan swadaya dilakukan ke rumah warga, hingga ke masjid yang berlokasi di perumahan. Pengadaan peralatan sarana semprot, telah dikomunikasikan dengan forum keamanan dan ketertiban setempat. Forum itu, selain diisi dari pihak pengembang, juga Ketua RT / RW setempat untuk bersinergi.

“Salah satu langkah antisipasi kami, sudah dilakukan sebelumnya. Yakni dengan menyiapkan bilik semprot (asap) di pintu masuk. Untuk warga penghuni, telah dibuatkan kartu secara permanen. Sehingga, ketika keluar masuk, tinggal menunjukkan kartu, tanpa harus berpindah tangan. Untuk tamu, telah ada kartu visitor yang sudah disterilisasi,” tambah, Rahmat Sani, Ketua RT 2. (ide/mat)