Pertalite Meluber ke Dapur, Pertamini Wonosari Terbakar

Tampak pengendara motor melintasi Pertamini yang terbakar.

MALANG,TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kebakaran hebat menghanguskan usaha penjualan BBM eceran (Pertamini) milik Subari (60), warga Dusun Ngreco, Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (05/05/2019). Dua orang mengalami luka bakar ringan. Kerugian ditaksir Rp 100 juta lebih.

 

 

Asap hitam membubung di langit ketika api membakar Pertamini milik Subaeri di Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MENURUT Kapolsek Wonosari, AKP. Triwik Winarni,SH, MH,  kebakaran terjadi Minggu pagi, pukul 08.35 WIB, saat pemilik Pertamini, Subari sedang mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak) ke tandon mesin Pertamini. Karena tidak memadainya perlengkapan keamanan, BBM meluber, lalu mengalir ke dapur.

Petugas PBK Kab Malang memadamkan api yang membakar Pertamini milik Subaeri di Wonosari.

“Awalnya, korban, yang merupakan pemilik usaha Pertamini, mengisi BBM jenis pertalite ke drum untuk penampungan BBM Pertamini. Tanpa disadari,  BBM tersebut meluber dan menyambar ke arah dapur,”terang Triwik.

Petugas Polsek Wonosari saat melakukan pendataan kebakaran Pertamini di Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Sialnya, pada saat bersamaan, isteri Subari sedang memasak di dapur. Tak ayal,  api langsung berkobar saat BBM pertalite mengenai kompor yang digunakan untuk memasak. “Api langsung membesar dan membakar mesin pertalite dan sebagian rumah korban. Untuk proses pemadaman, kami berkoordinasi dengan PBK Kabupaten Malang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya kerugian material yang ditaksir mencapai seratus juta rupiah,” tegas Kapolsek Wonosari.

Sementara itu, menurut Kasi Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kabupaten  Malang, Agus Suyanto, pihaknya harus mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakan amuk si jago merah. “Kita mengerahkan dua unit damkar. Pukul 09.00 WIB kita lakukan upaya pemadaman. Pukul 10.00 WIB  api sudah bisa dipadamkan. Kebakaran memang tidak lama, namun karena yang terbakar adalah material yang mudah terbakar, api dengan sangat cepat membakar bangunan. Tidak ada korban jiwa. Namun dua orang menderita luka bakar ringan, yakni pemilik kios Pertamini dan isterinya,”pungkas Agus.(diy)