TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, menciptakan aplikasi Maduhukum (Masyarakat Peduli Hukum).

Permudah Literasi Hukum, Dosen UMM Ciptakan Aplikasi Maduhukum

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, menciptakan aplikasi Maduhukum (Masyarakat Peduli Hukum). Tujuannya, tak ada lagi masyarakat yang tersandung kasus hukum karena kurangnya literasi mengenai hukum.

 

Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, menciptakan aplikasi Maduhukum (Masyarakat Peduli Hukum).

 

NUR PUTRI Hidayah, SH, MH, salah satu anggota tim dosen, menjelaskan, aplikasi ini diciptakan sebagai sarana memperluas literasi masyarakat mengenai hukum. Melalui fitur-fitur yang ditawarkan, aplikasi ini dapat memberikan pengetahuan secara cepat dan akurat. Aplikasi ini juga sebagai sarana advokasi berbasis digital.

Nur Putri Hidayah, SH, MH, menunjukkan aplikasi Maduhukum (Masyarakat Peduli Hukum).

“Data dalam aplikasi ini telah terjamin akurat karena berasal dari undang-undang, artikel ilmiah, serta putusan-putusan hakim. Selain itu aplikasi ini juga menghubungkan masyarakat kepada para pakar hukum sehingga masyarakat dapat berkonsultasi terkait permasalahan yang dialami,” kata Putri, Senin (22/03/2021) siang.

Putri menjelaskan, ada beberapa langkah cara penggunaan aplikasi Maduhukum ini. Pertama, masyarakat harus mendaftarkan diri terlebih dahulu. Kedua, masyarakat mengikuti atau membuat kelompok dalam aplikasi Maduhukum. Ketiga, masyarakat bisa mengakses informasi yang telah disediakan maupun berkonsultasi kepada pakar hukum di dalam kelompok tersebut.

“Seperti yang kita tahu, adat istiadat di Indonesia sangat beraneka ragam. Oleh karenanya pembagian masyarakat dalam kelompok-kelompok tertentu akan membuat informasi yang diberikan menjadi tepat sasaran. Sampai sekarang sudah ada delapan kelompok yang terbentuk di Maduhukum. Untuk pakar yang telah bergabung sudah ada tujuh orang,” ujar Putri.

Aplikasi yang melibatkan  Nur Putri Hidayah, SH, MH, dan Galih W. Wicaksono, S.Kom., M.Cs., serta satu programmer profesional, yaitu Muhammad Andi Al-rizki, S.Kom, ini, merupakan produk penelitian yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian  Masyarakat (DPPM) UMM. Maduhukum bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat melalui google play store.

Putri berharap aplikasi ini bisa membantu permasalahan yang ada di masyarakat sekaligus memberikan literasi tentang hukum. “Jika masyarakat mengetahui hukum dengan baik,  maka secara alami masyarakat akan menghindari hal-hal yang melanggar hukum. Saya berharap kedepannya aplikasi ini akan terus berkembang dan digunakan oleh masyarakat luas,” kata dosen kelahiran Banjarmasin tersebut.

Dikutip dari testimoni Maduhukum, Sekretaris Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Malang Raya, Naili Ariyani, S.H., menuturkan, aplikasi ini sangat bermanfaat. Selain sebagai sarana edukasi, juga bisa membantu masyarakat untuk memecahkan permasalahan hukum.

“Dibandingkan aplikasi sejenis lainnya, aplikasi ini jauh lebih intim karena berbasis komunitas. Semoga kerja sama dengan kantor bantuan hukum dapat segera terlaksana, agar hak konstitusi warga negara untuk mendapatkan bantuan hukum bisa berjalan dengan maksimal,” pungkasnya. (div/mat)