Peringati HANI 2017, BNN Cari Duta Anti Narkoba

Oleh: Moh. Mufid – Malang

Bahaya narkoba sudah mengancam semua lini. Tidak hanya orang tua, tapi juga pelajar dan anak-anak. Ancaman narkoba tak memandang strata sosial. Kaya, miskin, pejabat maupun rakyat jelata, semua diserang. Untuk mengatasinya, semua elemen harus bersatu, termasuk pelajar.

Duta Anti Narkoba Kabupaten Malang.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, Jawa Timur paham betul bahwa kelompok pelajar paling rentan diserang narkoba. Karena itu berbagai cara dilakukan untuk membentenginya. Salah satunya lewat pemilihan Duta Anti Narkoba.
Apa yang dilakukan BNN ini direspon Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna. Karena secara geografis, Kabupaten Malang rentan menjadi pintu masuk peredaran narkoba, baik lewat laut maupun darat.
“Tidak menutup kemungkinan Kabupaten Malang dijadikan jalur bagi jaringan internasional untuk menyelundupkan narkotika. Sedangkan demografi Indonesia yang besar terutama ada di usia produktif, sehingga dipandang menjadi pasar potensial dari bandar narkoba. Karena itu harus dihadang. Salah satunya dengan pemilihan Duta Anti Narkoba, ” paparnya.

Kepala BNN Kabupaten Malang, AKBP I Made Ardjana bersama Duta Anti Narkoba Kabupaten Malang.

Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, mengadakan grand final Pemilihan Duta Anti Narkoba, Jumat (21/7/2017) malam di Pendopo Kabupaten Malang, Kepanjen.
Pada lomba itu, Renaldi Bagus Wijayanto, siswa asal MAN Gondanglegi, Kabupaten Malang terpilih sebagai Duta Anti Narkoba kelompok putra. Sedangkan Eka Fahrun Nisak Ramadhani, pelajar SMAN 1 Kepanjen terpilih sebagai Duta Anti Narkoba kelompok putri tingkat Kabupaten Malang.
“Kegiatan ini kami gelar dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2017. Sebelum grand final dilaksanakan, kami melakukan babak penyisihan. Dari 130 peserta SMA/SMK/ Madrasah Aliyah se Kabupaten Malang yang mendaftar, terpilih 10 pasang (20 orang) finalis. Grand finalnya kami laksanakan Jumat (21/) malam,” kata Kepala BNN Kabupaten Malang, AKBP I Made Ardjana.
Panitia juga memilih Revanzah Mikhael Ardana dari SMAN 1 Kepanjen dan Novicha Arsita Sari – SMAN 1 Sumberpucung sebagai runner up 1 serta Ganesha Madya Putra dari SMAN 1 Tumpang dan Nikmatul Aulia dari MAN Gondanglegi sebagai runner up 2.
Panitia juga memilih Favorit Duta Anti Narkoba Kabupaten Malang, yakni Al Fandi Lintang Mahardika dari SMAN 1 Tumpang dan Shervin Anggraeni dari MA Al Ittihad, Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo. Sedangkan untuk pemenang putra putri persahabatan Duta Anti Narkoba adalah Abbyan Dhiyaul Haq dari SMA Islam Al Maarif Singsosari dan Putri Rindyo Novitasari dari SMA 1 Kepanjen.
Menurut perwira melati dua ini, mereka akan mengemban tugas sebagi relawan anti narkoba dalam periode satu tahun ke depan untuk mengkampanyekan stop narkoba, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun pemerintah yang diawali dari lingkup keluarga.
“Kegiatan ini baru pertama kali kita laksanakan, kerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan dalam rangka mengkader generasi muda untuk menjadi ge-nerasi yang peduli, sadar, dan berani mengatakan tidak serta menolak narkoba. Kami juga berharap mereka mampu menggerakan komponen masyarakat untuk bersama-sama perang melawan narkoba,” harapnya.*