Perempuan Tambun Dituduh Gondol Beras 50 Kg

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Seorang wanita bertubuh tambun, digelandang ke Polres Malang Kota, setelah dihentikan saat mengendarai motor di Jl. Kaliurang, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (07/11/2018). Dirinya diamankan atas dugaan pencurian dua sak beras seberat 50 kilogram dari sebuah toko di kawasan Bululawang, Kabupatan Malang.

 

 

Seorang ibu dan karyawan toko saat dimintai keterangan di kantor Polisi.

GHOFUR (40),  karyawan toko, yang saat itu membuntuti terduga mulai Bululawang sampai Kota Malang, mengatakan, sebelumnya, Selasa (6/11/2018), wanita tersebut berbelanja di Toko Lohjinawi, tempatnya bekerja.

Saat itu, wanita tersebut membeli telur dan gula. Setelah membayar telur dan gula, ia keluar toko. Tanpa diketahui, ia mengambil dua sak beras yang dinaikan motornya. Setelah itu, ia langsung pergi. “Kan sempat dicek, berasnya kok hilang. Setelah itu kita cek CCTV, ternyata benar,  berasnya diambil seorang wanita,” tuturnya, di Mapolres Malang, Rabu (07/11/2018).

Karena menduga, pelakunya juga berdomisili di kawasan Bululawang, keesokan harinya Ghofur, berinisiatif menyanggong pelaku, di pertigaan Pasar Bululawang. Tak disangka, Ghofur melihat seorang wanita membawa beras dengan sepeda motor, yang mirip dengan yang telah mengambil beras di tokonya.

“Langsung saya kejar, saya buntuti. Saya mau berhentikan di jalan tidak berani, karena nanti dikira yang macam-macam. Sampai di Kota Malang,  ada Polisi patroli lewat, lalu saya minta tolong untuk diberhentikan,” lanjutnya.

Setelah itu, wanita tersebut bersama karyawan toko itu, langsung dibawa ke Polres Malang Kota, guna dimintai keterangan lebih lanjut. Saat diinterogasi awal, wanita yang belum diketahui identitasnya tersebut, sempat mengelak atas tuduhan itu. Namun, karyawan toko bersikukuh akan menunjukan bukti CCTV jika tidak mengaku.

Selanjutnya, permasalahan tersebut, dilimpahan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan dari kepolisian, dan masih menjalani pemeriksaan.  (ide)