Perawat Meninggal Diduga Akibat Terinfeksi COVID-19

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Obet Sugiono, Kepala Bidang Keperawatan Rumah Sakit Umum (RSU) Anna Medika, Bangkalan, Madura, meninggal dunia diduga akibat terinfeksi COVID-19, Selasa (21/07/2020 petang. Perawat ini meninggal setelah menjalani perawatan di RSUD Dokter Soetomo Surabaya selama 10 hari.

 

 

Ketua DPW PPNI Jatim beri bantuan alat pelindung diri.

KETUA Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Profesor Nursalam menduga, almarhum terpapar COVID-19 akibat kurang hati-hati dan waspada saat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam memilih dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Beliau selama ini menjabat kepala bidang di rumah sakit di Bangkalan, Madura. Saya yakin beliau berinteraksi dengan pasien. Dengan banyaknya pasien dengan gejala OTG (orang tanpa gejala) sepertinya teman-teman kurang waspada dalam penggunaan APD,” jelas Ketua DPW PPNI Jatim yang juga Dekan Fakultas Keperawatan Unair, Profesor Nursalam, Rabu (22/07/2020).

Untuk memberikan keamanan bagi para perawat, PPNI Jatim memberikan bantuan APD level tiga yang dinilai terbaik untuk melindungi perawat. Bantuan APD dan santunan uang bagi perawat yang dirawat maupun keluarga perawat yang meninggal, diberikan PPNI Jatim melalui perwakilan PPNI masing-masing daerah, seperti Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Bondowoso, Lumajang,  dan Jember.

Sementara itu, dengan meninggalnya perawat Obet Sugiono, maka jumlah perawat di Jawa Timur yang meninggal diduga akibat COVID-19 sebanyak 14 orang. Sedangkan perawat di Jawa Timur yang dinyatakan positif mencapai 558 orang. (ang/mat)