Pengenalan Bencana Sejak Dini, BPBD Gelar Sekolah Pena

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pengenalan tentang pencegahan dan antisipasi terhadap bencana sejak dini, perlu dijalankan di Kabupaten Malang. Terkait dengan hal tersebut, maka Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menjalankan program Sekolah Pena (Penanggulangan Bencana) di sekolah-sekolah di Kabupaten Malang.

 

Penyuluhan Program Sekolah Pena.

 

KEPALA Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bambang Istiawan mengatakan pihaknya secara berkesinambungan menjalankan program sekolah Pena di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang.

Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bambang Istiawan.

“Kami telah menjalankan program sekolah Pena (penanggulangan bencana) di ratusan sekolah di 33 kecamatan. Upaya ini perlu untuk pengenalan, antisipasi dan pencegahan manakala terjadi bencana,” tegas Bambang Istiawan baru-baru ini.

Dikatakannya, Kabupaten Malang merupakan wilayah yang luas dengan memiliki 378 desa, 12 kelurahan dan 33 kecamatan. Tidak kurang ada sebanyak 1000 sekolah dasar, puluhan SMP dan SMA, yang butuh pengenalan pencegahan dan antisipasi jika terjadi bencana.

Program Sekolah Pena dijalankan menyesuaikan kondisi geografis dan alam sekitar lokasi sekolah tersebut. Artinya, jika sebuah sekolah berada di daerah pegunungan, maka akan diajarkan di Sekolah Pena tentang cara penyelamatan dari bahaya gunung meletus.

Apabila berada di pesisir pantai, maka diajarkan cara pengamanan dari bencana tsunami dan banjir rob. Termasuk juga apabila sekolah tersebut berada di bukit, maka akan diajarkan cara penyelamatan dari bahaya tanah longsor.

“Program ini membutuhkan kesinambungan dan waktu yang berkelanjutan. Hal ini karena mengingat luasnya dan banyaknya sekolah di Kabupaten Malang,” tandas Bambang bersemangat.

Dipaparkannya pihaknya telah menjalankan program sekolah Pena pada semua kecamatan dan terakhir dijalankan di sekolah SD di Kecamatan Poncokusumo.

“Meski wilayah kabupaten luas dan banyak sekolah, namun kami optimis dan berupaya menjalin sinergi agar program Sekolah Pena ini berjalan sesuai target,” pungkas Bambang. (hadi)