Peneliti UB : Sinar UV Bisa Bersihkan Udara Dari Virus Corona

Bupati Malang, HM Sanusi memasangkan masker kepda pengendara sepeda motor di wilayah Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM Penelitian Tim Universitas Brawijaya (UB) dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menunjukkan, di kawasan indeks sinar ultraviolet (UV) yang tinggi, jumlah orang terinfeksi Virus Corona jauh lebih sedikit. Kondisi ini sangat menguntungkan Indonesia yang berada di garis katulistiwa karena banyak sinar ultraviolet.

 

GURU BESAR Biologi Sel dan Molekuler Universitas Brawijaya (UB), Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, menjelaskan, sinar UV memiliki frekuensi gelombang tinggi. Ia dapat merusak materi RNA dan protein virus, sehingga bisa mengin-aktifkan virus di udara, bahkan yang menempel di benda-benda.

“Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa sinar Ultraviolet (UV) dari matahari mampu membersihkan corona yang ada di udara,” terangnya.

Guru Besar Biologi Sel dan Molekuler Universitas Brawijaya (UB), Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro.

Hal ini membuat Indonesia yang berada di katulistiwa diuntungkan, karena mendapat limpahan sinar UV dibandingkan negara subtropis. “Di wilayah subtropics, seperti New York, Milan, Spanyol yang indeks UV-nya rendah dan pencemaran udaranya tinggi, menyebabkan orang tertular melalui media udara (airborne), sehingga jumlah penderita COVID-19 nya sangat banyak,” lanjutnya.

Menurut Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, Indeks UV yang tinggi umumnya didapatkan pada siang hari. Dengan demikian, di luar rumah pada siang hari, membuat udara lebih bersih dari Virus Corona. “Dari hasil penelitian ini, di Indonesia dan wilayah tropis lainnya, kemungkinan besar penularan terbanyak diperkirakan bukan dari airborne udara, namun lebih banyak dari kontak orang ke orang,” jelasnya.

Namun demikian, keuntungan mendapatkan limpahan sinar UV harus didukung dengan pola hidup sehat, sesuai anjuran pemerintah, seperti menjaga jarak dan memakai masker. Sebab, keberadaan sinar UV akan sia-sia jika tidak didukung pola hidup sehat.

“Jadi,  meskipun mendapatkan sinar UV banyak,  tapi bila masih banyak warga berkerumun di tempat-tempat umum, maka kasus baru yang muncul juga masih akan ada. Kita harus mensyukuri berkah limpahan sinar UV matahari ini,” pungkasnya.  (ide/mat)