TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Tim SAR gabungan melakukan apel sebelum mencari dua wisatawan asal Sidoarjo yang hilang ditelan ombak laut selatan.

Pencarian Wisatawan Asal Sidoarjo Terkendala Ombak 4 Meter

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Memasuki hari kedua, Tim SAR gabungan masih berupaya melakukan pencarian dua wisatawan asal Sidoarjo, yang hilang terseret ombak di Pantai Kangen —masih di kawasan Pantai Bajulmati—- Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur Minggu (05/05/2019).

 

 

Tim SAR gabungan melakukan apel sebelum mencari dua wisatawan asal Sidoarjo yang hilang ditelan ombak laut selatan.

MENURUT Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo, kedua korban, Firnanda Nirza (19), warga Desa Sumantoro, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo dan Rendi Rahman Permana (19), warga Geluran Taman, Kecamatan Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo, hingga hari kedua terseret ombak Pantai Kangen yang berada di areal Pantai Bajulmati, belum diketemukan.

Tim SAR gabungan hanya bisa memantau dari pantai karena belum berani turun ke laut karena ombaknya mencapai 4 meter.

“Status mereka masih hilang dan belum ditemukan. Mulai kemarin,  operasi SAR telah dibuka. Sebagai OSC (On Scene Commander) adalah Basarnas Provinsi Jawa Timur. Upaya pencarian sampai saat ini masih dilakukan sampai tujuh hari terhitung dinyatakan hilang,” jelas Tomo, Senin (06/05/2019).

Setelah melakukan apel pagi operasi SAR, Tim SAR gabungan yang terdiri dari 6 personil Basarnas, Sibat PMI Gedangan 8 personil, PSR (Pantai Selatan Rescue) 20 orang, POS AL satu personil, serta dua petugas dari Satpolair Polres Malang, dibagi menjadi dua tim.

“Pencarian dibagi dua, satu ke arah timur Pantai Kangen sejauh 6 kilometer, satu lagi ke arah barat dengan radius 12 kilometer. Namun sampai hari ini pencarian dengan penyisiran di laut lepas belum bisa dilakukan karena terkendala ombak ganas dengan ketinggian 3 sampai 4 meter,” jelas Tomo.

Tingginya ombak, membuat Tim SAR gabungan hanya bisa melakukan upaya pencarian melalui pemantauan darat. “Pilihannya hanya itu. Jadi hanya pemantauan dengan menyisir sepanjang garis pantai ke arah barat dan timur. Karena jika memaksakan pencarian di laut lepas dengan kondisi ombak seperti ini,  membahayakan bagi tim penyelamat,” papar Tomo.

Sebelumnya, dengan mengendarai sepeda motor, korban berboncengan datang ke Pantai Kangen, pada Minggu (05/05/2019) pukul 08.00 WIB. Saat akan mandi di laut, mereka sudah dilarang oleh penjaga pantai. Sayangnya, begitu penjaga pantai beranjak pergi, Firnanda dan Rendi langsung menceburkan diri ke laut lepas.  Tak ayal,  mereka langsung terseret ombak dan dinyatakan hilang pada pukul 08.05 WIB. Jasadnya belum ditemukan hingga hari ini. (diy)