Pemuda Pendiam Tewas Gantung Diri di Kandang Kambing

Petugas memeriksa jasad Didik Arianto yang tewas karena gantung diri di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Didik Arianto (20), warga Dusun Gentong, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur kendat (gantung diri) hingga tewas, Jumat (01/02/2019) pagi pukul 06.00 WIB di kandang kambing yang terletak di belakang rumahnya.

 

TINDAKAN nekat  pria lajang ini  dibenarkan Kapolsek Pakis  AKP Hartono. “Betul,  tadi,  pukul 06.00 WIB,  kami mendapat laporan, ada orang gantung diri di Dusun Gentong, Desa Tirtomoyo. Bersama anggota dan tim medis Puskesmas Pakis,  saya langsug ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),” terangnya.

Petugas meminta keterangan dari pihak keluarga atas kemarikan Didik Arianto yang tewas karena gantung diri di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Saat petugas sampai di lokasi, jasad Didik yang sudah kaku masih tergantung di kandang kambing yang terletak dibelakang rumahnya. Menurut Hartono, peristiwa gantung diri Didik, pertama kali diketahui  Hendrik, kakak kandungnya.

“Pukul 05.30 WIB, saudara saksi yang juga kakak kandung yang bersangkutan, berniat ke belakang rumah untuk memberi pakan ternaknya. Ternyata didapati adiknya sudah dalam posisi menggantung dan dalam keadaan meninggal dunia,” beber Hartono.

Barang bukti yang diamankan petugas.

Didik yang dikenal tertutup dan temperamental serta sering kesurupan, malamnya sempat berbincang-bincang dengan anggota keluarganya. “Dia (Didik-red) ini orangnya tertutup, sehingga kami kesulitan mencari motif pelaku melakukan gantung diri. Pihak keluarga juga mengaku tidak tahu- menahu apa penyebabnya,” jelas Kapolsek Pakis.

Meski begitu, petugas memastikan, Didik meninggal murni gantung diri. “Tidak ada tanda kekerasan. Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan tim medis, juga menunjukan meninggalnya karena gantung diri. Indikasinya, ditemukan cairan sperma yang sudah mengering di celananya, serta lidahnya tergigit,”ungkap mantan  Kapolsek Jabung ini.

Atas kematian Didik, keluarga menganggap hal tersebut sebagai musibah, dan menolak dilakukan proses autopsi. “Kita sudah menawarkan proses autopsi, namun pihak keluarga keberatan dan menolak. Sesuai ketentuan, kami meminta agar ahli waris membuat surat pernyataan yang diketahui kepala desa setempat,” pungkas Hartono.  (diy)