Pemotongan Dana PIP Libatkan Pihak Ketiga

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa kurang mampu, ternyata tidak hanya terjadi di Kecamatan Kromengan, namun juga di wilayah Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hal ini dinyatakan AH (42), warga setempat, Rabu (06/06/2018).

 

DITEMUI di rumahnya, AH mengaku bahwa dirinya yang melakukan pendataan untuk siswa yang akan mendapat dana PIP. “Awalnya ada salah seorang kenalan berinisal SH yang mengaku sebagai orang dekat anggota Komisi X DPR RI. Dia kemudian menawarkan kepada saya agar melakukan pendataan siswa SD di Kecamatan Kromengan dan Wonosari. Nantinya mereka akan diberi bantuan PIP,” katanya.

Merasa mempunyai waktu luang, AH menyanggupi tawaran SH. Dia  dijanjikan akan mendapat bagian 5% dari Rp 450 ribu dana PIP yang diterima setiap siswa. “Awalnya, dari SH menawarkan pemotongan 30 %, 20 % untuk anggota Dewan itu. Sisanya kita bagi dua. Namun saat  pertemuan di SD Ngadirejo 01 Kromengan, pihak sekolah meminta pemotongan 50% dengan alasan untuk keperluan operasional sekolah,” ungkap AH.

Dari pertemuan yang diadakan di SD Ngadirejo 01, AH akan diberikan data siswa yang akan mendapat bantuan PIP. “Pendataan itu saya lakukan pada 2017 di dua kecamatan. Datanya memang bukan diambil dari Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang ada di Dinas Pendidikan,” ujar AH.

AH pun mengaku sudah melakukan penarikan uang dari 18 sekolah yang didapat dari pemotongan dana PIP. “Saat ini sudah terkumpul lebih dari Rp 20 juta dan mau saya setor ke SH,”katanya.

Secara terpisah, Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono mengaku geram dengan adanya pemotongan dana PIP yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai staf ahli anggota Komisi X DPR RI.

“Sangat disesalkan ada pemotongan dana PIP tersebut. Itu bantuan untuk siswa yang kurang mampu, kok teganya  dipotong seperti itu. Kami tidak tahu-menahu pemotongan tersebut. Bahkan data yang diajukan untuk mendapat bantuan PIP bukan berdasarkan Dapodik,” terang Slamet. (diy)