Pemerintah Bisa Tutup Prodi Jika Serapan Tenaga Kerja Kecil

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Serapan tenaga kerja menjadi salah satu tolak ukur keberlangsungan sebuah progam studi (prodi). Jika serapan tenaga kerjanya di bawah batasan minimal yang ditetapkan, prodi yang bersangkutan bisa ditutup pemerintah.

 

Wakil Direktur IV Politeknik Negeri Malang (Polinema), Luchis Rubiyanto dan sejumlah stand yang dipenuhi pencari kerja.

 

HAL ITU disampaikan, Wakil Direktur IV Politeknik Negeri Malang (Polinema), Luchis Rubiyanto saat membuka Smart Job Fair Polinema di gedung Pertamina Polinema, Malang, Rabu (12/02/2020). Salah satu indikator keberlangsungan prodi, serapan tenaga kerjanya harus  80 persen atau lebih.

“Saat ini memang sedang mendata serapan tenaga kerja. Berapa persen serapannya. Jika mendirikan prodi sesuai keinginan masayarakat, namun serapan tenaga kerja di bawah batas minimal, bukan tidak mungkin prodi tersebut akan ditutup,” terangnya usai membuka Job Fair, Rabu (12/02/2020).

Makanya, lanjut Luchis, untuk job fair tahun ini, dengan tema Smart,  alumni bisa melaporkan,  baik lewat android atau internet, tentang kapan dia mulai bekerja. Itu sekaligus menjadi data serapan tenaga kerja alumni dan hitungan berapa lama mulai bekerja setelah lulus.

“Memang tidak semua terserap, karena tidak sedikit yang berwiraswasta, apalagi di era milenial ini. Untuk itulah, yang wiraswata pun tetap didata. Dengan smart, bisa melapor lewat android atau internet, sejak kapan dia  bekerja, sehingga bisa dihitung, berapa lama dia kerja sejak lulus kuliah. Untuk yang wiraswata pun tetap kita data,” lanjutnya.

Wakil Direktur IV Politeknik Negeri Malang (Polinema), Luchis Rubiyanto mengaku, di era milenial, keinginan para generasi muda untuk wira usaha sangat tinggi. Mengingat sarana seperti ketersediaan internet, juga cukup memadahi. Ia berharap, dengan smart job fair, data pekerja dari alumni akan semakin akurat. “Kami tentu melakukan evaluasi dari penanggung jawab JPC. Berapa peminat job fair, baik dari alumni maupun dari luar,” pungkasnya.

Ia menambahkan, untuk peserta job fair kali ini, ada sekitar 40 perusahaan pencari sumber daya manusia. Nantinya,  jika peminat semakin banyak, panitia akan menempatkan di lokasi yang lebih besar. (ide/mat)