TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Dosen FE UM dan para ibu rumah tangga di di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat mengikuti pelatihan membuat jamu.

Peluang Ekspor ke Slowakia dan Jepang Besar

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Potensi ekspor Indonesia ke Slowakia, cukup besar. Apalagi hubungan kedua negara sangat baik meski dalam kondisi pandemi COVID-19. Ada lima produk yang memiliki potensi bagus untuk masuk ke pasar Slowakia. Di antaranya, food & beverages, karpet, timah, aksesoris kendaraan, dan minyak sawit.

 

Para ibu rumah tangga di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menunjukkan jamu hasil olahannya.

 

HAL INI disampaikan Duta Besar RI untuk Bratislava dan Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso Aswadi, MA, saat menjadi narasumber Mahapreneur 8 yang membahas bisnis dan usaha di fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, belum lama ini.

Dosen FE UM dan para ibu rumah tangga di di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat mengikuti pelatihan membuat jamu.

Adiwoso Aswadi, MA, menjelaskan, negara landlock ini punya penduduk dengan total populasi 5,4 juta jiwa. “Menurut economic intelligence yang dilakukan KBRI Bratislava, ada lima produk yang memiliki potensi bagus untuk masuk ke pasar Slowakia. Di antaranya, food & beverages, karpet, timah, aksesoris kendaraan, dan minyak sawit,” jelasnya.

Ia juga menuturkan bahwa impor utama Indonesia dari Slowakia berada di sektor elektronik dan otomatif. Sedangkan hubungan ekonomi Indonesia-Slowakia tidak mengendur meski berada di masa pandemi COVID-19. Hal itu terjadi karena adanya adaptasi yang dilakukan oleh kedua negara dengan memanfaatkan teknologi dalam melaksanakan bisnis.

Pada kesempatan yang sama, Reza Muhammad,  Wakil Ketua Indoensia Japan Business Network (IJB-Net) yang juga menjadi narasumber menjelaskan,  Indonesia menjadi negara importir terbesar ke-10 di Jepang pada tahun 2017. Adapun nilai totalnya 22,3 miliar USD dari total 753,7 miliar USD.

Lebih lanjut, pria yang juga menjadi tenaga teknis Ekspor Center Surabaya ini juga menyampaikan bahwa masyarakat Jepang kini sudah aware dengan makanan serta minuman halal.  Hal ini memberikan peluang bisnis yang besar bagi UMKM Indonesa untuk memasarkan produknya di Jepang. “Peluang-peluang inilah yang harus dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat membantu perkenomian negara,” terangnya.

Sementara itu, Dekan FEB UMM, Dr. Idah Zuhroh, MM,  menjelaskan, potensi ekspor Indonesia sangat besar. Apalagi dalam upaya meningkatkan devisa  negara. “Maka dari itu, acara ini dapat memberikan pandangan akademis kepada mahasiswa terkait peluang ekspor yang diimbangi dengan perkembangan teknologi informasi. Semoga Mahapreneur 8 ini bsia memberikan wawasan dan ilmu baru terkait ekspor dan impor bagi para peserta,” harapnya. (div/mat)