Pekerja PR Gudang Baru Harus Terapkan Protokol Kesehatan

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Bupati Malang, HM Sanusi, mengingatkan para pekerja pabrik rokok (PR) Gudang Baru Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, agar tetap waspada terhadap penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Karena itu mereka diminta tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir dan sebagainya.

 

Bupati Malang, HM Sanusi melihat produksi rokok yang dihasilkan PR Gudang Baru, Kepanjen.

 

HAL INI disampaikan Bupati Malang, HM Sanusi saat melakukan kunjungan kerja ke Perusahaan Tangguh Pabrik Rokok Gudang Baru (GB) Kepanjen, Sabtu (11/07/2020) siang. Ikut dalam kunjungan, Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu, dan Kapolres Malang PJ Sekretaris Daerah, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, serta sejumlah kepala OPD (organisasi perangkat daerah) lainnya.

Kunjungan ini  untuk melihat sejauh mana pabrik rokok yang mempunyai 3.000 pekerja ini menerapkan protokol kesehatan di masa transisi new normal. “Karena COVID-19 mengincar khalayak umum dan tidak pandang umur, makanya kita harus berhati-hati. Untuk itu,  semua karyawan pabrik harus diberikan edukasi bagaimana menjaga diri. Jangan sampai terkena virus,  baik di dalam pabrik maupun di luar pabrik ketika tidak bekerja,” kata bupati.

Kalau ada indikasi pekerja terkena COVID-19, harus segera diperiksa, lalu dikarantina, tracing rapid test, dan melakukan swab. “Kita juga sudah mempunyai alat PCR (Polymerase Chain Reaction/metode pemeriksaan virus corona) sendiri, supaya tidak terlambat dalam mendeteksi pasien COVID-19. Dengan begitu bisa tertangani secara cepat,” jelas Sanusi.

Menurut Sanusi, di masa transisi ini, pekerja pabrik  harus tetap menggunakan masker, selalu mencuci tangan agar tidak mudah menyalurkan virus melalui hidung, mulut, dan mata. Ia menghimbau, khususnya kepada pimpinan perusahaan dan karyawan, jika memang ada yang terindikasi, segera melakukan isolasi dan pengobatan lebih lanjut ke RSUD Kanjuruhan atau RS Wava Husada Kepanjen.

“Saya harap perusahaan ini terus berlanjut, karena merupakan tulang punggung ekonomi khususnya bagi masyarakat Kabupaten Malang. Jangan sampai jadi cluster.  Kalau sudah  jadi cluster,  nanti bakal ditutup selama 14 hari,  kemudian ditracing. Bagi yang reaktif,  segera lakukan isolasi agar tidak menjalar ke lainnya. Sedangkan  yang non reaktif,  silahkan melanjutkan pekerjaan,” jelas Sanusi.

Mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini menjelaskan, pelaksanaan protokol kesehatan di pabrik rokok Gudang Baru  sudah cukup bagus. Karena setiap karyawan sudah memakai face shield, masker, dan sebagainya. “Jadi, secara umum sudah bisa dikatakan menjadi industri tangguh,  karena di pintu masuk sudah disediakan tempat cuci tangan dan penyemprotan disinfektan,” himbaunya. (iko/mat)