Pegadaian Kena Tipu Emas Palsu, Rugi Belasan Juta

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sinwani Ragil (43) warga Dusun Kemuning Lor, Desa Kemuningsari, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, dibekuk jajaran Polsek Turen, karena melakukan tindak pidana penipuan, Sabtu (30/03/2019).

 

 

Sinwani Ragil, tersangka penipuan yang diamankan Polsek Turen.

KEPADA awak media Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu. Soleh Mas’udi, S.H,M.H membenarkan penangkapan Sinwani yang telah mengelabui Pegadaian Turen. “Tersangka kami amankan Sabtu kemarin, di kantor Pegadaian Cabang Kota Lama, Kota Malang setelah sebelumnya melakukan tindak pidana penipuan di kantor cabang Pegadaian Turen,” terangnya, Senin (01/04/2019).

Menurut Soleh, sebelumnya Jumat (29/03/2019) pelaku datang ke Kacab Pegadaian Turen, dengan maksud hendak menggadaikan gelang emas dengan ladar 22 karat berbobot 23,82 gram.

Gelang emas palsu dan identitas palsu.

“Dengan menggunakan identitas palsu sebagai warga Turen, tersangka mengadaikan gelang emas palsu, yang dikatakan asli oleh pelaku,” jelas Soleh.

Ulah warga Jember ini berhasil mengelabui petugas Pegadaian Turen, sehingga pelaku menerima pinjaman Rp 11,3 juta dengan anggunan gelang emasnya.

Sinwani ketiban sial saat hendak melakukan penipuan di Kacab Pegadaian Kota Lama, Kota Malang pada keesokan harinya. “Dengan modus yang sama pelaku akan melakukan penipuan di Pengadaian Kota Lama, namun disini petugas Pegadaian curiga, dan berkoordinasi dengan Pegadaian Turen, sehingga akhirnya pelaku kita amankan di Kantor Cabang Pegadaian Kota Lama, Kota Malang,”ungkap mantan Kanit Reskrim Polsek Dampit.

“Modusnya pelaku dengan menggunakan identitas palsu dan perhiasan palsu, jadi dia menggunakan perhiasan berbahan tembaga yang dilapisi emas tipis sebagai barang jaminan,” imbuhnya.

Petugas menduga, penipuan yang menyasar lembaga pegadaian dengan berkedok emas palsu, tidak hanya dilakukan oleh Sinwani seorang. “Kami melihatnya ini sudah sindikat penipuan, tersangka SR mengaku jika perhiasan tersebut memang palsu dan diperoleh dari seseorang di Jember berinisial SD. Saat ini kami sudah menetapkan dua DPO (Daftar Pencarian Orang-red) dan masih mengembangkan kasus ini,”pungkas pria yang pernah menjabat Kasubag Humas Polres Malang. (diy)