Patung Dwarapala Singosari Akan Dipindah

  • Reporter : mamak

 

Rencana Pemerintah Kabupaten  Malang, Jawa Timur, untuk membangun museum sejarah dan budaya, tidak main-main. Beberapa langkah sudah dilakukan. Seperti, mendata sejumlah artefak atau peninggalan budaya masa lalu yang ada di luar negeri hingga akan memindah dua Patung Dwarpala di Kelurahan Candirenggo, dijadikan pintu gerbang museum.

Patung Dwarapala di Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini akan dipindah, dijadikan pintu gerbang museum.

Rencana memindah dua arca yang bobotnya diperkirakan masing-masing 60 ton tersebut, diutarakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto. “Untuk museum, kami berencana akan memindahkan dua Arca Dwarpala. Nantinya,  dua arca besar dengan bobot masing-masing 60 ton itu dijadikan sebagai pintu gerbang museum,” katanya, Jumat (13/04/2018) di Lawang.

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Malang, Tomie Herawanto.

Patung Dwarapala berada di tepi jalan, sekitar 100 meter sebelah barat Candi Singosari. Jumlahnya ada dua. Satu di sisi sebelah selatan jalan. Satu lagi berada di sisi utara jalan, persis di depan Balai Desa Candirenggo.

Konon, menurut sejarah, dua Patung Dwarapala yang terbuat dari batu monolitik dengan ketinggian sekitar 3,70 meter ini dianggap sebagai  penjaga pintu gerbang Kerajaan Singosari.

Selain akan memindah kedua patung bersejarah itu, Pemerintah Kabupaten Malang juga tengah mendata sejumlah artefak atau peninggalan budaya masa lalu yang ada di luar negeri.  Menurut Bupati Malang, Dr.H.Rendra Kresna, saat ini pihaknya  telah melakukan komunikasi dengan museum Leiden di Belanda yang banyak menyimpan artefak dari Kerajaan Singhasari.

“Saya sudah beberapa kali mencoba berkomunikasi dengan museum luar negeri terutama di Belanda. Kalau tidak dikasih aslinya, kita bisa meminta replikanya. Bulan Mei ini saya mau kesana lagi. Kalau bisa sudah pada tataran MoU (Memorandum of Understanding-red), ” harapnya.

Secara terpisah,  Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto mengungkapkan, dari pembicaraan dengan museum Leiden, harapannya,  babad yang menceritakan Kerajaan Singhasari akan dikembalikan ke Indonesia, dan akan ditaruh di Kabupaten Malang.

Tidak itu saja. Pemerintah Republik Indonesia saat ini tengah bernegoisasi dengan museum yang ada di London, Inggris untuk memulangkan arca Prajnaparamitha atau lebih dikenal sebagai Kendedes. “Informasinya seperti itu,” katanya. (*)