Pasien COVID-19 yang Sembuh di Jatim Makin Banyak

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Terhitung per Sabtu (18/07/2020) kemarin, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa merilis, ada 555 orang yang dinyatakan sembuh dari Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Jawa Timur. Sehingga, terhitung sejak Maret hingga kini, angka kesembuhan di Jawa Timur mencapai 8.868 orang atau 49,17%.

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa merilis, ada 555 orang yang dinyatakan sembuh dari Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Jawa Timur. Sehingga, terhitung sejak Maret hingga kini, angka kesembuhan di Jawa Timur mencapai 8.868 orang atau 49,17%. Hal ini disampaikan saat rakor tiga pilar di Bakorwil II Malang.

 

HAL INI disampaikan Gubernur Jawa Timur saat rapat koordinasi (rakor) tiga pilar, membahas  penanganan COVID-19 di kantor Bakorwil II Malang, Sabtu (18/07/2020) petang. Hadir dalam rapat ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran dan Pangdam V Brawijaya.

“Dari laporan Gugus Tugas Provinsi Jawa Timur, per Sabtu (18/07/2020) ini, ada 555 orang yang dinyatakan sembuh. Sehingga terhitung sejak Maret hingga kini, angka kesembuhan di Jawa Timur melebihi angka yang terkonfirmasi positif,  mencapai 8.868 orang atau 49,17%,” kata gubernur.

Menurut mantan Menteri Sosial  di periode pertama pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo ini, angka kesembuhan di Provinsi Jatim ini adalah angka tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dalam waktu 10 hari terakhir. “Ini berkat upaya semua pihak, baik TNI-Polri serta elemen masyarakat. Semoga bisa menurunkan angka kematian,” tegas Khofifah.

Dia menambahkan, percepatan penanganan, juga berkat penambahan layanan rumah sakit rujukan di Jawa Timur. Semula rumah sakit rujukan sebanyak 99, namun kini bertambah menjadi 127 rumah sakit.

Tiga kepala daerah di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu)  tak luput dari sanjungan Gubernur Jatim. Upaya-upaya yang dilakukan ketiga kepala daerah, mampu mendorong angka kesembuhan. Namun ia mengingatkan, dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, bisa memicu munculnya insiden baru. Sehingga perlu dilakukan pengendalian untuk menekan kasus baru.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Fadil Imran menegaskan, penyebaran COVID-19 di Jatim bisa ditekan jika konsep penanganan pengendalian COVID dilakukan secara optimal hingga di level terbawah, yakni di tingkat satgas yang menjadi garda terdepan. “Yakinkan betul bahwa apa yang jadi konsep Forkopimda itu betul- betul dilaksanakan sampai di level bawah, karena sebagai ujung tombak,” katanya.

Kapolda mengintruksikan seluruh kapolres jajaran  agar lebih  responsif,  turun langsung ke lapangan,  untuk memantau perkembangan satgas yang menjadi ujung tombak penanganan COVID 19 di masing- masing wilayah. (ide/mat)