Pasar Lawang Terbakar, 500 Lapak, Kios, dan Toko Jadi Arang

Kepulan asap membubung tinggi di Pasar Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kebakaran yang melahap lantai dua Pasar Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (17/04/2019) malam, sekira pukul 20.00 WIB, memusnahkan sekitar 500 unit lapak, kios dan toko. Sejauh ini belum dipastikan penyebab kebakaran. Namun diduga karena konsleting listrik.

 

Pasar Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar Rabu malam. Sekitar 500 lapak, kios dan toko jadi arang.

HAL INI diutarakan Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (Kabid PPK) Satpol PP Kabupaten Malang, Goli Karyanto, Kamis (19/04/2019) siang, setelah pulang dari lokasi kebakaran.

“Data sementara, sekitar  300 lapak, 7 toko dan  ratusan kios di lantai dua Pasar Lawang, ludes terbakar. Kami dapat informasi  adanya kebakaran sekitar pukul 20.00 WIB. Mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Kabupaten Malang sampai di lokasi sekitar pukul 20.30 WIB. Sejauh ini kami belum tahu secara pasti penyebab kebakaran. Namun dugaan sementara karena korsleting listrik,” kata Goli Karyanto.

Goli menambahkan, sejauh yang ia ketahui, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Hanya kerugian material karena banyak lapak, kios, dan toko yang terbakar. Namun berapa nilai kerugian, Goli juga belum tahu. “Tak ada korban jiwa. Hanya kerugian material,” tandasnya.

Besarnya api yang membara, membuat proses pemadaman api tak mudah. Bahkan butuh waktu sekitar 10 jam, mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Itu pun belum padam seluruhnya. Tidak hanya itu. Sebanyak 17 mobil damkar dari Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kota Batu, PR Sampoerna, PR Bentoel, BPBD Kabupaten Malang, PDAM dikerahkan untuk membantu memadamkam api.

“Karena apinya begitu besar, terpaksa minta bantuan dari damkar lain. Sebanyak 17 unit damkar diterjunkan ke lokasi kebakaran. Akibatnya, kami sempat kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan api. Untung dapat bantuan dari PT Otsuka Lawang sebanyak 35 tangki dan sebagian mengambil air dari sungai Kalibiru,”  terangnya.

Meski api sudah bisa dikendalikan, namun sebanyak 10 anggota damkar dan 3 unit damkar dari Kabupaten Malang tetap siaga di Pasar Lawang, mengantisipasi  jika sewaktu-waktu ada api yang membara lagi. “Sebab, sampai saat ini, kepulan asap masih muncul. Bisa jadi, di bawah tumpukan sisa-sisa material yang terbakar, masih ada api yang menyala walau tidak terlalu besar,” ujarnya. (mat)