Pantai Balekambang Bangun Masjid Ikonik Kalimatulloh

Direktur Utama PD. Jasa Yasa, H. Ahmad Faiz Wildan bersama KH. Masyhuri Sattar, tokoh ulama di kawasan JLS Kabupaten Malang dan masyarakat Srigonco saat pembangunan masjid di Pantai Balekambang.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sebagai upaya menyemarakkan siar dan memberi kenyamanan kepada wisatawan yang berkunjung ke Pantai Balekambang, PD Jasa Yasa selaku pengelola Pantai Balekambang bersama lintas elemen dan ulama, menginisiasi pembangunan masjid Ikonik Kalimatulloh di area Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

 

PELETAKAN BATU pertama pembangunan sudah dilakukan Jumat (03/01/2020) lalu. “Kami mohon doa semoga rencana pembangunan masjid bernama Kalimatulloh ini cepat terealisasi,” kata Direktur Utama PD. Jasa Yasa, H. Ahmad Faiz Wildan kepada media,  Sabtu (04/01/2020).

Direktur Utama PD. Jasa Yasa, H. Ahmad Faiz Wildan melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid.

Kawasan wisata Balekambang  tidak hanya menyuguhkan pemandangan pantai yang eksotis dan cantik, dengan adanya masjid ikonik ini, bisa menambah rasa syukur atas segala karunia Illahi.

Dikatakannya, masjid ini merupakan wujud sinergi dan swadaya masyarakat Kabupaten Malang, lintas elemen dan ulama untuk meramaikan kegiatan keagamaan, memberikan kenyamanan pengunjung dan menguatkan tali silaturahim.

Terkait hal itu, pihaknya secara terbuka mengajak semua pihak berpartisipasi guna mempercepat terealisasinya pembangunan masjid, baik untuk donasi (sedekah), baik berupa finansial atau material bangunan dan sarana kelengkapan lainnya.

Direktur Utama PD. Jasa Yasa, H. Ahmad Faiz Wildan (duduk di belakang) bersama KH. Masyhuri Sattar, tokoh ulama di kawasan JLS Kabupaten Malang (duduk depan).

Menurut Wildan, tujuan lain pembangunan masjid adalah memberikan fasilitas ibadah untuk menjalankan salat Jumat yang selama ini dilaksanakan di tempat yang ala kadarnya. “Semoga nanti bisa menjadi tempat pelaksanaan salat Jumat agar jamaah makin nyaman dan khusyuk,” harapnya.

Sesuai rencana, masjid ini akan memiliki luas bangunan utama 10 m x 12 m. Sementara untuk penyediaan sarana dan fasilitas tambahan akan disiapkan area seluas 30 m x 30 m. Bagian belakang masjid akan dibangun area bale yang bisa dipakai untuk tempat berkumpul, rapat, kenduren, atau acara lainnya.

Guna melengkapi kenyamanan akan disediakan fasilitas tempat wudhu, toilet dan sarana ibadah shalat.

Secara khusus, Faiz Wildan berterima kasih atas dukungan dan restu KH. Masyhuri Sattar,  tokoh ulama  di kawasan JLS Kabupaten Malang.  “Alhamdulillah,  kami mendapat support dan restu dari KH. Masyhuri Sattar yang turut serta memberi doa dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid, Jumat (03/01/2020) kemarin,” jelas Faiz Wildan. (had/mat)