Pameran di Batam, Cemilan dan Batik Kabupaten Malang Laris Manis

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Hasil kerajinan pelaku UKM (Usaha  Kecil Menengah) Kabupaten Malang, Jawa Timur, sangat diminati buyers mancanegara. Buktinya, saat mengikuti Pameran Batam Indagkop & UKM Expo 2018 , 15 – 18 Maret 2018 di Mega Mall Batam, banyak yang laku.

 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Stand Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Jawa Timur saat pameran di Batam.

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Pantjaningsih SR.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Pantjaningsih SR bersama tim saat pameran di Batam.

MENURUT Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Pantjaningsih SR, selama pameran berlangsung, hasil kerajinan Persatuan Bordir Kabupaten Malang laku  Rp. 18.750.000.

“Selain itu juga ada transaksi order (pemesanan) buyer dari Singapura berupa makanan ringan sebesar Rp. 50.000.000 dan order batik buyer dari Malaysia sebesar Rp. 50.000.000. Ini menunjukkan bahwa produksi UKM kita sangat diminati luar negeri,” kata Pantjaningsih SR, Rabu (16/05/2018).

Pada pameran tersebut, Kabupaten Malang membawa beberapa perajin. Di antaranya dari Persatuan Bordir Kabupaten Malang, seperti Cattleta Hand Embroidery (Urufah) yang berada di Perumahan Puncak Permata Sengkaling Blok AC – 2 Kecamatan Dau, Kabupaten Malang; Bordir Sejahtera (Rosyidah) asal  Desa Pakiskembar RT. 05 – RW. 03, Kecamatan Pakis;  Batik Pandan Arum asal Desa Pandanmulyo RT. 02 – RW. 01, Kecamatan Tajinan;  Dewi Sri Bersinar dari Dusun Krajan RT. 28 – RW. 05 Desa Jatisari, Kecamatan Tajinan.

Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Hasan Tuasikal.
Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Hasan Tuasikal menunjukkan batik produksi warga Kabupaten Malang saat pameran di Batam.
Pantjaningsih SR.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Pantjaningsih SR.

Selain itu sejumlah perajinan camilan diikutkan dalam pameran ini. Seperti Rujak Chips, Vegetable and Fruit Stick, dan Cassava Chips. “Memang, di tengah ketatnya persaingan dalam era globalisasi saat ini, pemerintah daerah dan segenap pelaku usaha dituntut terus berkreasi dan bekerja lebih giat lagi dalam memperkenalkan segenap potensi bisnis dan peluang investasi yang dimiliki, baik dalam lingkup nasional, regional maupun global,” kata Pantjaningsih.

Menurutnya, pameran menjadi salah satu sarana yang efektif. Karena, selain dapat memvisualisasikan dan mempresentasikan potensi dan peluang investasi serta produk unggulannya, pemerintah daerah dan para pelaku usaha juga berkesempatan  berinteraksi langsung dengan calon investor dan potensial buyers dari dalam dan luar negeri.

Menurut mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang ini, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, perlu adanya terobosan – terobosan yang dapat memacu dan meningkatkan produktifitas UKM dengan mengikuti  pameran,  baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, perlu ada pelatihan ekspor dengan tema promosi dagang atau kontak dagang melalui internet untuk menambah pengetahuan tentang teknologi informasi bagi pengusaha UKM Kabupaten Malang

“Perajin yang ingin mengikuti pameran dan bergabung dengan stand Pemerintah Kabupaten Malang, hendaknya menyiapkan diri sebaik – baiknya, baik dana maupun bahan informasi dan promosi, seperti brosur, leaflet dan kartu nama yang memadai serta mempunyai kemampuan dalam bernegosiasi dengan para buyer atau  pembeli, sehingga akhirnya bisa mendapat transaksi pada saat pameran berlangsung,” sarannya. (mat)