Pajak Reklame Over Target

MALANG,TABLOIDJAWATIMUR. COM – Tahun anggaran 2020 belum tutup. Masih ada sisa waktu tiga bulan lagi (Oktober, November, Desember). Namun realisasi Pajak Reklame yang dipungut Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Jawa Timur, sudah melebihi target. Sampai akhir September, dari target Rp 2.500.000.000,00 sudah terealisasi Rp 2.768.798.672,00.

Reklame semacam ini wajib membayar Pajak Reklame kepada Pemerintah Kabupaten Malang.

 

MESKI melebihi target, namun nilai realisasi ini menurun bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini wajar, karena semua bisnis tak berjalan normal. Bahkan banyak industri yang tutup, termasuk sejumlah tempat hiburan,  seperti rumah karaoke, tempat pariwisata, rumah makan, hotel, dan sebaganya. Hal ini seiring dengan maraknya pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang terjadi sejak Maret 2020.

Reklame semacam ini wajib membayar Pajak Reklame kepada Pemerintah Kabupaten Malang.

Melihat kondisi yang kurang menguntungkan bagi semua pihak, terutama kalangan pengusaha ini, Bapenda Kabupaten Malang pun ikut menyesuaikan, dengan cara menurunkan target pendapatan Pajak  Reklame. “Awalnya ditarget Rp 4.000.067.000,00. Karena ada COVID-19, akhirnya diturunkan menjadi Rp 2.500.000.000,00,” terang  Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, SH, MSi, Sabtu  (17/10/2020) siang.

Plt Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, SH, MSi.

Tapi Made —panggilan akrab Made Arya Wedanthara— masih bisa bersyukur, karena sampai akhir bulan kesembilan tahun ini, realisasi Pajak Reklame sudah melebihi target yang ditetapkan.  “Setelah ada perubahan, targetnya menjadi Rp 2.500.000.000,00. Ternyata sampai akhir September sudah tembus Rp 2.768.798.672,00.  Over target hingga Rp 200 juta lebih,” ujarnya.

Melihat angka ini, Made berkeyakinan, sampai akhir tahun anggaran 2020, penerimaan Pajak Reklame bakal lebih besar lagi. Apalagi masih ada sisa waktu tiga bulan lagi (Oktober, Nopember, Desember). “Mudah-mudahan realisasinya bisa lebih besar lagi,” harapnya.

Dari data yang dihimpun wartawan tabloidjawatimur.com, pada akhir Januari 2020, realisasi Pajak Reklame sebesar Rp 401.918.713,00. Akhir Februari sebesar Rp 222.401.804,00. Maret sebesar Rp 117.063.472,00.  Akhir April, realisasi Pajak Reklame sebesar Rp 456.442.960,00.

Pada akhir Mei 2020, realisasinya Rp 137.741.361,00. Memasuki Juni, realisasi Pajak Reklame turun, menjadi Rp 133.802.885,00.  Akhir Juli, realisasi menjadi  Rp 278.244.076,00. Akhir Agustus realisasi ada kenaikan cukup signifikan dibandingkan Juli, menjadi sebesar Rp 546.338.314,00. “Memasuki akhir September, penerimaan masih besar, mencapai Rp  474.845.087,00,” terang Made.

Kepada wartawan, Made yang juga menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang ini menjelaskan, ada beberapa hal yang  menentukan besar kecilnya nilai Pajak Reklame. Di antaranya, ukuran, lokasi, dan sebagainya. “Reklame yang dikenai pajak ini hanya reklame bisnis (swasta). Sedangkan reklame yang bernuansa politik, agama, dan sebagainya bebas pajak,” katanya. (bri/mat)