Pacu Daya Inovasi, Gelar Workshop Kreatifitas Guru PAUD

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Anak didik dan pendidik merupakan dua komponen yang saling berinteraksi dan multi relasi dalam sebuah kegiatan pengajaran PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Kerapkali tercipta pola dan kondisi yang monoton dan stagnan yang menjadikan situasi pengajaran menjadi membosankan dan statis.

Jalannya kegiatan Workshop Kreatifitas Guru yang diikuti secara antusias oleh peserta.

BANYAK cara dilakukan guna meningkatkan daya inovasi dan kreatifitas baik bagi peserta didik maupun tenaga pengajar. Salah satunya adalah dengan mengadakan “Workshop Kreatifitas Guru” seperti yang digelar oleh Taman Bermain Yogyakarta, Sabtu (20/7/2019) di saung Pokdarwis “Sumber Rejeki” di Dawuhan Jatirejoyoso Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang.

Workshop ini mengusung tema Mendesain permainan dari bahan bekas dan menjadikan book card. Secara istimewa tampil sebagai pemateri Pranowo, SE dari Taman Bermain Yogyakarta dan Istianah S.Pd. Agenda workshop kreatifitas berlangsung sukses dengan diikuti secara antusias dan bersemangat oleh beberapa peserta.

Peserta meliputi PAUD Al-Ikhsan Kecamatan Kepanjen, PAUD Bunga Bangsa Kecamatan Kalipare, PAUD  dari Pakisaji, beberapa lembaga dari Kota Kediri yang dipimpin Tomo, serta dari Surabaya dipimpin Bunda Iis. Materi yang dipaparkan berupa pembuatan APE (Alat Peraga Edukasi) yang mempunyai 6 aspek dalam perkembangan anak. Beberapa aspek tersebut meliputi, nilai agama moral, Sosial emosi, Kognitif, bahasa, Fisik Motorik dan Seni.

Eni Wahyoeti, S.Pd peserta workshop yang juga Ketua HIMPAUDI Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang mengatakan, adanya kegiatan ini bermanfaat untuk membantu meningkatkan kreatifitas guru dalam kegiatan belajar di dalam kelas untuk memunculkan kreatifitas anak-anak serta guru.

Perempuan yang juga Kepsek PAUD PKK KB “AL-IKHSAN” ini mengungkapkan, nantinya anak lebih banyak diajak untuk berkreatifitas sesuai dengan  keinginan dan kemauannya.

“Dengan adanya kegiatan ini harapannya anak tidak hanya monoton mengikuti KBM di dalam kelas, karena APE bisa diciptakan saat KBM berlangsung,” tegas Eti Wahyoeti. (hadi)