Pabrik Makanan Ringan Terbakar, Rp 2 Miliar Hangus

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik makanan ringan milik Surya Hadi Wiyoto (60), di Jalan Sumber Sekar, Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/08/2018) malam. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar.

 

 

Kebakaran yang terjadi di pabrik makanan kecil di Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

KANIT Reskrim Polsek Dampit, Iptu Soleh Mas’udi membenarkan kebakaran yang terjadi di tempat usaha milik korban yang berdomisili di Jalan Danau Maninjau, Sawojajar, Kota Malang itu.

“Benar,  kemarin terjadi kebakaran di Jalan Sumber Sekar, Kelurahan Dampit. Kebakaran terjadi pukul 18.45 WIB dan berhasil dipadamkan pukul 00.45 WIB. Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material,” kata Soleh, Minggu (26/08/2018).

Kebakaran yang terjadi saat karyawan pabrik sudah pulang tersebut diketahui pertama kali oleh penjaga. Diduga api berasal dari konsleting listrik. “Dugaan sementara api berasal dari arus pendek listrik,” kata Kanit Reskrim Polsek Dampit.

Secara terpisah, Kepala Seksi Penanggulangan Bahaya Kebakaran Kabupaten Malang, Agus Suliyono mengaku menerima laporan adanya kebakaran pukul 19.00 WIB. “Begitu menerima adanya laporan, kami langsung menuju ke lokasi lima belas menit kemudian, dan melakukan pemadaman hingga 5 jam lebih,” paparnya.

Menurut Agus, besarnya api yang diperparah dengan banyaknya material yang mudah terbakar menyebabkan upaya menjinakan amuk si jago merah tak mudah. “Kami harus mengerahkan 7 unit mobil pemadam kebakaran, 4 unit milik Pemkab Malang dan 3 unit dari Pemkot Malang. Api sudah mulai merembet ke rumah warga, sehinga kami harus melokalisir kebakaran,” kata Agus.

Agus menduga kebakaran terjadi akibat adanya konsleting di ruang produksi. “Informasinya ada konsleting listrik di ruang produksi. Nihil korban dalam kebakaran ini hanya kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 2 Milyar,”ungkap Agus.

Lebih dari lima jam berjibaku menjinakkan amuk jago merah, menjelang dinihari api baru bisa dipadamkan. “Pukul 00.45 WIB  api sudah bisa dipadamkan. Tapi kami masih harus melakukan proses pembasahan, agar sisa bara tidak menyala kembali. Pukul 04.00 tadi pagi baru kami bisa meninggalkan lokasi kebakaran,”pungkasnya. (diy)